Kompetisi Talent Juga Terjadi Antarindustri

Kompetisi dalam mendapatkan talent-talent terbaik ternyata tidak hanya terjadi antarperusahaan dalam satu industri yang sama. Melainkan, satu perusahaan harus bersaing dengan perusahaan lainnya dalam industri yang berbeda.

Itulah yang dirasakan oleh Direktur HR The Ritz Carlton Jakarta Pacific Place Laksmi Anggraeni. Berbicara di forum HR Expo yang digelar oleh Intipesan di Jakarta, 9 – 10 Desember 2009, Laksmi mengungkapkan bahwa banyak karyawannya yang pindah kerja ke industri lain.

“Banyak orang kami yang pindah, tapi tidak ke hotel yang lain melainkan ke rumah sakit, bank, airlines bahkan ke perusahaan-perusahaan oil,” ujar Laksmi. “Ini merupakan fenomena yang cukup mengejutkan dan menarik juga bagi kita,” tambah dia.

Laksmi membawakan makalah berjudul “Hiring & Selection the Right Talent in the Competitive Era”. Menurut dia, hambatan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam upaya untuk mendapatkan talent yang bagus bukan hanya menyangkut keterbatasan SDM siap pakai yang tersedia di pasar.

“Kompetisi peluang kerja di luar industri, termasuk kompetisi global juga menjadi hambatan, di samping harus kita akui juga masih adanya sistem remunerasi yang kurang sesuai,” papar Laksmi.

Laksmi sendiri menerapkan resep khusus dalam menyeleksi talent. “Kami melakukan seleksi karyawan berdasarkan talent yang dibutuhkan, pengalaman kerja bukan prioritas utama, begitu pula dengan latar belakang pendidikan tidak harus sesuai,” ungkap dia.

Lebih jauh Laksmi menekankan perlunya komitmen dari lini atas ke lini bawah sebelum departemen HR melakukan identifikasi talent yang dibutuhkan, dan menyusun kebutuhan talent tersebut untuk tiap-tiap posisi.

Adapun identifikasi talent yang dibutuhkan dilakukan dengan menganalisis sedikitnya 4 hal. Yakni, kultur perusahaan, job description, job task dan team match. “Baru kemudian kita susun langkah-langkah proses seleksi, seperti menentukan tools-nya, metode wawancara hingga sertifikasi,” jelas Laksmi.

Diungkapkan juga bahwa Ritz Carlton tidak membatasi waktu bagi para pelamar kerja. Kapan saja ada lamaran masuk, Laksmi memastikan akan diproses dengan baik. Jika pelamar yang bersangkutan dianggap potensial, akan dilakukan pemanggilan.

“Kita bikin yang namanya talent bank, manual dan sederhana saja, berupa data base pelamar yang kita pisah-pisahkan dalam kategorikan misalnya yang sudah diwawancara, yang sudah diseleksi lewat tool, dan yang belum dipanggil tapi kita anggap potensial,” tutur Laksmi.