Komitmen Karyawan Tergantung Budaya Masyarakatnya

Temuan baru ini semoga tidak membuat Anda berkecil hati untuk terus berusaha meningkatkan motivasi karyawan. Ternyata, tingkat-tingkat komitmen dan keterikatan karyawan memang berbeda-beda di setiap negara dan budaya, dan terkait erat dengan tingkat kemakmuran masyarakat secara luas.

Riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Cass Business School di London menguji komitmen organisasi dengan sampel pada 49 negara untuk menemukan apakah faktor ekonomi, personalitas nasional atau nilai-nilai budaya yang mempengaruhi karyawan.

Brasil, Israel dan Siprus muncul sebagai negara-negara dengan karyawan paling berkomitmen.

Pada bagian lain dilaporkan bahwa munculnya Rusia sebagai tiga besar negara dengan karyawan yang komitmennya paling kecil, barangkali tidak mengejutkan. Namun, dua negara lainnya cukup mengejutkan, yakni Jepang dan Hongkong.

Sedangkan Australia, Belanda dan Swiss masuk peringkat negara yang karyawannya paling bahagia. Kebalikan dengan Latvia dan Bulgaria di mana tingkat kepuasan karyawannya paling rendah.

Dr Garry Gelade yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, komitmen karyawan tinggi pada negara-negara yang masyarakatnya “terbuka” (ekstrovert). Dan, rendah pada negara-negara di mana masyarakatnya “neurotik” yakni, cenderung memiliki tendensi-tendensi negatif seperti kegelisahan.

Kesimpulannya, komitmen juga tinggi pada negara-negara yang masyarakatnya bahagia.

Kondisi-kondisi sosial-ekonomi muncul sebagai faktor tambahan yang mempengaruhi komitmen, di mana ditemukan sangat tinggi pada negara-negara dengan angka pengangguran kecil dan secara ekonomi sehat, namun tidak terkait dengan pendapatan per kapita nasional.

Dr Gelade menambahkan bahwa selama ini sangat jarang studi yang melihat perbedaan-perbedaan level komitmen secara nasional. Yang sudah dipahami secara luas selama ini, pada level organisasi, komitmen tinggi karyawan berkaitan dengan tingginya kinerja perusahaan.

Pada level nasional, bagaimana pun, masalahnya berbeda. Negara-negara dengan tingkat-tingkat komitmen tertinggi tidak membutuhkan sukses yang tinggi secara ekonomi.

“Dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja di berbagai belahan dunia, banyak perusahaan beroperasi secara lintas nasional dan menyerap tenaga kerja internasional. Studi ini memiliki implikasi-implikasi praktis bagi organisasi yang berusaha memaksimalkan tingkat-tingkat komitmen karyawannya,” ujar Dr Gelade.

Tags: