Ketika Musim Turnover CEO Tiba

Selain merupakan tahun yang sulit bagi karyawan untuk bertahan, 2008 yang baru lalu juga ditandai dengan tingginya angka turnover kalangan CEO. Dilaporkan, bahkan tingkat turnover CEO tahun lalu tercatat sebagai yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. Ada apa dengan para CEO?

Riset yang dilakukan oleh lembaga rekrutmen eksekutif Challenger Gray & Christmas (CGC) yang berpusat di Chicago menemukan, 1484 orang CEO telah meninggalkan jabatannya pada 2008. Angka ini setara dengan 6 orang per hari kerja, dan tertinggi sejak lembaga tersebut memonitor pasar sejak 1999.

Sebagian besar sebanyak 623 kasus adalah pengunduran diri atau pensiun, dan selebihnya memberikan alasan “turun” yang barangkali saja hanya merupakan penghalusan dari “dipecat”. Yang jelas, kasus-kasus tersebut memperlihatkan seberapa besar tekanan terhadap orang-orang yang berada di posisi puncak dewasa ini.

“CEO merupakan jabatan yang penuh tekanan, ” simpul CEO CGC John Challenger kepada CNN. Lebih jauh diungkapkan, kesulitan yang dialami CEO, terutama bagi mereka yang masih terlalu muda untuk menduduki jabatan itu, adalah apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada situasi krisis seperti saat ini.

Profesor pada Dartmouth Tuck School of Business, Sydney Finkelstein mengatakan, banyak CEO kebingungan menghadapi krisis, yang sesuai dengan usia mereka, merupakan pengalaman baru. “Ada yang bilang, mereka tak percaya bahwa ini terjadi pada mereka, yang lainnya menerima kenyataan dan mencoba melakukan sesuatu.” “Perbedaan dalam kepemimpinan tersebut cukup dramatis,” tambah dia.

Diperkirakan, kondisi tersebut akan berlanjut dan bahkan meningkat pada 2009, dimana akan semakin banyak CEO yang turun dari jabatannya, entah karena tekanan atau sukarela. Hal itu akan memicu kreativitas untuk menciptakan peran baru bagi CEO yang sukses, misalnya, CEO harus lebih memahami ketika kondisi ketenagakerjaan memburuk.
Dimungkinkan, para eksekutif perusahaan besar akan melirik pemimpin-pemimpin perusahaan yang lebih kecil, yang dinilai memiliki kontrol yang lebih kuat terhadao lingkungan kerja.

Tags: