Keterbukaan Kunci Pengikat Karyawan

Jangan ada dusta di antara kita. Jangan ada rahasia. Itulah kunci untuk mengikat karyawan. Para manajer dan atasan yang selalu berterus-terang mengenai ke mana perusahaan sedang menuju dan mengapa setiap orang harus mengerjakan apa yang sedang mereka kerjakan, itulah kunci employee engagement.

Dua buah penelitian yang dilakukan perusahaan konsultan HR menekankan pentingnya kepercayaan dan komunikasi dalam manajemen dan hubungan antarkaryawan.
Yang pertama, sebuah jajak pendapat yang melibatkan 14 ribu karyawan di berbagai negara Eropa menyimpulkan, perusahaan-perusahaan yang menyediakan “line of sight” yang jelas mengenai visi dan arah cenderung memiliki SDM yang lebih committed, engaged dan produktif.

Secara umum ditemukan, pendorong terpenting employee engagement adalah pengarahan strategis, komunikasi dari atasan dan performance management. Cukup mengejutkan bahwa gaji dan berbagai bentuk reward lainnya justru berada di urutan terbawah.
“(Para pemimpin bisnis yang) mengungkapkan strategi akan memberi line of sight yang jelas kepada karyawan untuk berkontribusi besar terhadap kinerja perusahaan,” ujar konsultan senior pada Watson Wyatt Andrew Cocks.

“Lebih dari itu, (keterbukaan para pemimpin) juga membangun kepercayaan dalam perusahaan berikut perangkat manajemennya, dan menciptakan lingkungan yang positif di mana karyawan memiliki pemahaman yang baik mengenai tujuan yang hendak dicapai bersama,” tambah dia.

Kesalahpahaman

Secara terpisah, Watson Wyatt juga penelitian terhadap 175 perusahaan, dan menemukan kesalahpahaman yang terus berlanjut antara persepsi perusahaan dan kenyataan mengenai alasan-alasan yang mendorong memutuskan untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Umumnya, perusahaan menganggap kesempatan-kesempatan pengembangan karir, reputasi perusahaan dan tingkat gaji sebagai alasan-alasan pokok yang mendasari seseorang bergabung dengan sebuah perusahaan.Sementara, survei menemukan kenyataan yang berbeda pada sisi karyawan, kecuali soal gaji. Bagi mereka, alasan pokoknya selain gaji adalah sifat dasar dari pekerjaan itu sendiri dan job security.

Perusahaan juga salah paham soal retensi, demikian temuan Watson Wyatt. Perusahaan lagi-lagi fokus pada kesempatan-kesempatan pengembangan karir, kesempatan promosi dan gaji sebagai usaha untuk mencegah karyawan keluar. Sedangkan, dari sisi karyawan, muncul jawaban yang tidak diperhitungkan oleh perusahaan, yang memicu mereka pindah ke perusahaan lain, yakni tingkat pertambahan stres.

“Prioritas-prioritas karyawan ternyata lebih kepada hal-hal yang biasa, seperti sifat dari pekerjaan, gaji, stres dan commuting, ketimbang misalnya rencana karir jangka panjang,” simpul Head of Strategic Reward pada Watson Wyatt Eropa Carole Hathaway.”Bukan berarti perusahaan fokus pada hal yang salah dalam upaya untuk meng-attract dan me-retain karyawan, sebab kesempatan-kesempatan untuk pengembangan karir dan promosi masih tetap penting bagi sebagian karyawan lain,” tambah dia.

Hanya saja, hemat Hathaway, perusahaan perlu meningkatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan langsung dengan pekerjaan itu sendiri, serta tekanan-tekanan internal maupun eksternal (stres, jarak rumah-kantor yang jauh) yang mempengaruhi kerja karyawan.

Tags: ,