Kesadaran Pekerja dan Pengusaha Ikut Jamsostek Masih Rendah

Semua karyawan dan orang yang memiliki usaha kemungkinan besar tahu mengenai Jamsostek. Namun, kesadaran mereka untuk ikut program tersebut ternyata masih rendah. Bayangkan saja, dari 28 juta jumlah pekerja sektor formal, baru 8,4 persen saja yang telah mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja itu.

“Artinya, belum ada kesadaran yang tinggi dari pekerja dan perusahaan untuk mengikuti program Jamsostek sehingga pangsa pasarnya relatif kecil,” ujar Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Amad Ansyori di Jakarta, pekan lalu.

Diungkapkan, Jamsostek kini terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan, pekerja, dan elemen terkait agar mereka bergabung. “Ini amanat Undang-Undang No 3 Tahun 1992 yang mewajibkan semua pekerja formal tergabung dalam Jamsostek sebagai bagian perlindungan pekerja.”

Amad mengakui, mendorong kesadaran individu dan perusahaan itu tidak mudah. Menurut dia, sosialisasi akan lebih efektif jika Jamsostek dapat menggandeng aparat penegak hukum, seperti kejaksaan dan kepolisian. “Biasanya orang kita itu mau menjalankan undang-undang jika ada tekanan atau paksaan. Kalau mau menunggu kesadarannya, itu masih jauh,” kata dia.

Dengan pola tersebut, diharapkan pangsa pasar Jamsostek akan terus tumbuh, dan kalau bisa sampai tahun ini mencapai di atas 10 persen. “Jika tiap tahun ada pertumbuhan yang tinggi, pada lima tahun ke depan bukan tidak mungkin 50 persen dari jumlah tenaga kerja formal sudah dapat bergabung dengan Jamsostek,” prediksi dia.

Lebih jauh Amad memaparkan bentuk-bentuk sosialisasi yang akan ditempuhnya, yakni kunjungan, pendekatan langsung kepada perusahaan terkait, dialog dengan pekerja, dan melalui serikat pekerja.

Sedih

Disinggung mengenai uang iuran yang harus dibayarkan ke Jamsostek bagi perusahaan yang telah ikut program tersebut, Amad mengaku sedih sebab masih banyak perusahaan yang membayar irusan jauh lebuh kecil dari yang seharusnya. Dan, para pekerja tidak mengerti mengenai hal itu.

“Mereka (pekerja) baru sasar setelah mengambil danannya di Jamsostek setelah sekian tahun bekerja, nilainya sedikit sekali. Para pekerja kemudian bertanya, mengapa jumlahnya kecil, lalu dijelaskan uang iuran yang dibayarkan perusahaan jauh di bawah yang seharusnya,” tutur Ansyori.

Dijelaskan, progam Jamsostek memberikan perlindungan yang bersifat dasar, seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan pemeliharaan kesehatan, jaminan hari tua, dan jaminan kematian. “Di negara-negara maju ini sudah dinilai final, tapi di sini kita masih harus menjelaskan kepada semua pihak bahwa perlindungan kerja itu wajib hukumnya,” kata Ansyori.