Kerja Jarak Jauh Akan Jadi Tren Perusahaan Masa Depan

Dua pertiga manajer HR di Amerika percaya bahwa bekerja dari rumah akan menjadi kelaziman dalam dua tahun ke depan. Hal itu terjadi karena pilihan untuk bekerja dari tempat-tempat jarak jauh akan menjadi prosedur standar operasi dalam sejumlah besar perusahaan.

Sembilan dari sepuluh perusahaan Amerika telah memiliki kebijakan-kebijakan yang mengizinkan karyawan untuk bekerja jarak jauh. Demikian hasil survei baru yang dilakukan oleh Yoh, sebuah perusahaan penyedia tenaga kerja dan jasa outsourcing di AS.

Yoh meneliti 198 orang manajer HR yang terlibat dalam Society for Human Resource Management 2006 Conference and Exposition pada Juni lalu. Mereka ditanya mengenai kebijakan perusahaan tentang kerja jarak jauh dan menemukan bahwa seperempat dari mereka kini telah mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah. Hanya satu dari lima orang yang masih menolak tren yang sedang berkembang tersebut.

Menurut Vice Presindent bidang Strategi dan Marketing Yoh, Jim Lanzalotto, perubahan dalam perilaku (kerja di perusahaan) secara luas telah dipicu oleh kenyataan bahwa mendukung pilihan-pilihan kerja yang fleksibel dapat menjadi senjata andalan untuk menarik karyawan yang berkualitas tinggi.

“Persaingan pasar tenaga kerja, waktu dan biaya untuk pulang-pergi setiap hari ke kantor, dan meningkatnya kebutuhan akan keseimbangan hidup dan kerja adalah faktor-faktor yang mendorong kerja jarak jauh,” kata Lanzalotto seperti dilaporkan Management-issues.

“Survei ini menegaskan apa yang telah kita saksikan dalam tahun-tahun belakangan ini, yakni karyawan berkualitas tinggi lebih menyukai lingkungan yang memberikan keseimbangan hidup dan kerja yang fleksibel.”

Namun, popularitas kerja jarak jauh juga dipicu oleh teknologi. “Tidak sulit menyimpulkan apa yang sedang menggerakkan tren ini,” kata Lanzalotto.

“Sumber daya manusia dan perusahaan-perusahaan telah lama menginginkan fleksibilitas bisnis yang didukung sistem kerja jarak jauh. Tapi, baru belakangan ini teknologi yang bisa mengefektifkan biaya telekomunikasi memungkinkannya, seperti temuan wireless broadband, PDA, smart phone dan PC standard issue,” papar dia.

Namun, kendati kemajuan tersebut menggambarkan masa depan kerja jarak jauh, penelitian yang lain seolah memberi peringatan dini atas hal itu. National Technology Readiness Survey tahun ini menemukan bahwa meskipun seperempat penduduk Amerika bekerja pada pengusaha yang mendukung kebijakan kerja jarak jauh atau berprofesi yang memungkinkan mereka bekerja dari rumah, kenyataannya baru satu dari 10 yang melakukan itu.

Tags: ,