Kerja Fleksibel Lebih Menyehatkan Karyawan

Banyak perusahaan yang hingga kini masih ragu dengan manfaat yang didapat dari penerapan jam kerja yang fleksibel. Temuan berikut barangkali bisa membantu mengakhiri keraguan tersebut. Sebuah studi baru menemukan bahwa fleksibilitas yang lebih besar mampu mengurangi absensi, meningkatkan kesehatan karyawan dan bahkan membantu memperkuat komitmen karyawan.
Tidak hanya di negara-negara berkembang, di negara maju seperti Amerika pun, para manajer masih skeptis dengan keuntungan di balik praktik kerja yang fleksibel. Mereka menilai bahwa fleksiblilitas justru menghambat laju karir karyawan, menyulitkan pengelolaan dan komunikasi.
Namun, menurut hasil penelitian dari Wake Forest University School of Medicine, AS praktik kerja yang fleksibel memberikan manfaat yang besar baik bagi karyawan maupun organisasi. Survei dilakukan atas 3.193 karyawan pada perusahaan besar multinasional bidang farmasi, dan menemukan bahwa kerja yang fleksibel identik dengan perbaikan yang nyata pada tingkat absensi, komitmen dan kesehatan karyawan.
“Studi ini memperlihatkan bukti bahwa fleksibilitas berkaitan dengan kesehatan atau kesejahteraan karyawan,” simpul penulis senior dan  profesor bidang kesehatan keluarga yang melaporkan hasil penelitian tersebut Joseph G. Grzywacz, Ph.D.
“Bagi jajaran manajer, hasil penelituab uni menyarankan bahwa mempraktikkan pengaturan jam kerja yang fleksibel bisa membantu menggerakkan bottom-line,” tambah dia.
Survei menemukan bahwa karyawan yang mendapatkan fasilitas jam kerja yang fleksibel memiliki tingkat absensi sakit yang rendah dan mengalami peningkatan dalam komitmen mereka terhadap pekerjaan.
Namun, survei menegaskan bahwa kerja paroh-waktu, kerja jarak jauh dan pilihan-pilihan yang bersifat fleksibel secara khusus akan lebih efektif jika para manajer dan supervisor terbiasa dengan sikap yang supportiver terhadap anak buah.
“Yang pasti, temuan-temuan ini menguatkan dugaan bahwa program-program dan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada fleksibilitas di tempat kerja memiliki dampak yang menguntungkan terhadap kesehatan karyawan.” tandas Grzywacz.

Tags: