Kerja Fleksibel Jadi Pilihan Ketimbang PHK

Satu dari lima organisasi menolak pengurangan karyawan dengan memperkenalkan praktik-praktik kerja yang fleksibel.
Demikian hasil 2010 IRS Flexible Working Survey yang dipublikasikan XpertHR di London, Senin (22/3/10). Dua pertiga perusahaan yang memberlakukan jam kerja "part-time" dan bentuk-bentuk lain kerja fleksibel mengaku menghemat biaya.
Dengan prosentase yang hampir sama, studi yang melibatkan 162 organisasi itu juga menemukan bahwa kerja fleksibel juga membantu perusahaan mengurangi angka PHK.
Editor bidang ketenagakerjaan pada XpertHR Charlotte Wolff mengatakan, "Riset ini juga menemukan contoh-contoh menarik tentang bagaimana perusahaan menggunakan kerja fleksibel untuk menekan biaya-biaya."
Wolff menyebutkan contoh kecil, betapa kerja dari rumah bisa menghemat pengeluaran untuk peralatan kantor. Belum lagi dampaknya terhadap penekanan biaya-biaya akomodasi.
Praktik kerja fleksibel yang paling banyak dilakukan adalah pengurangan jam kerja secara permanen (33 organisasi), disusul pengurangan jam kerja sementara (22 organisasi). Ada juga yang menawarkan cuti di luar tanggungan (18).
Mayoritas perusahaan (84%) menerapkan kerja fleksibel sebagai pilihan sukarela bagi karyawan, namun ada juga (12%) yang menjadikannya kewajiban.

Tags: