Kepemimpinan yang Berhasil Perlu Karakter

Bagaimana menjadi pemimpin atau praktisi HR yang baik. Ternyata cukup sederhana. Ada tiga syaratnya, yakni harus bisa menjadi mediator, networker dan problem solver.
Demikian antara lain benang merah yang bisa ditarik dari sesi diskusi ”How to be the Best HR” yang merupakan bagian dari acara tahunan Forum Komunikasi Koordinasi Sumberdaya Manusia (FKKSM) Kawasan Industri MM2100 di Horizon Resort, Dago Pakar, Bandung, akhir pekan lalu.

Menurut Direktur Power Character Jakoep Ezra tantangan terbesar bagi seorang pemimpin secara umum adalah memimpin dirinya sendiri. ”Jika seseorang gagal menguasai diri sendiri, otomatis dia akan sulit memimpin orang lain,” kata dia.
Lebih jauh, mengungkapkan 10 karakter penting yang menentukan kebehasilan seorang pemimpin. Yakni, belajar dan diajar, penguasaan diri, ketekunan, kredibilitas, kewibawaan, tanggung jawab, pengorbanan, prioritas, kebijaksanaan dan mentoring.

Bagaimana jika Anda tidak memiliki karakter-karakter di atas? ”Itu bukan harga mati. Ada orang yang hanya memiliki satu dari sepuluh karakter itu, tapi dalam waktu tiga bulan ia mendapat award sebagai best employee, karena berhasil membina diri untuk mencapai karakter-karakter kepemimpinan tersebut,” terang Jakoep.

Mambaca Karakter

Dalam kesempatan itu, Jakoep juga mempraktikkan kemampuannya ”membaca” karakter seseorang dengan cara melihat tanda tangannya. Ada pun karakter yang ditebak itu tak lain kompetensi yang dimiliki oleh yang bersangkutan.

Diingatkan, di ujung jari setiap manusia terdapat berjuta-juta syaraf yang terhubung pada sifat kognitif, apentif dan motorik.”Itulah mengapa pada 1980-an resume masih berupa tulisan tangan. ekarang, resume diketik dalam Bahasa Inggris yang bagus, tapi ketika interview hasilnya parah, artinya resume itu tidak mencerminkan diri dan karakter asli orangnya, ”ujar Yakoep.

Tags: