Kepemimpinan Dimulai dari Sekolah

Mungkin sudah lama kita mendengar ungkapan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan melainkan dibentuk melalui kerja keras. Anda boleh percaya “teori” yang mana saja, yang pasti semakin jelas bahwa sebagian besar pemimpin mendapatkan “cita-rasa” kepemimpinan mereka pertama kali di bangku sekolah.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Kepemimpinan dan Manajemen (ILM) di Inggris yang melibatkan 500 orang pebisnis dan manajer menyimpulkan bahwa kebanyakan pemimpin masa depan sudah menampakkan tanda-tandanya, atau dikenali lingkungannya, sejak usia dini.

Lebih dari 4 dari 10 pemimpin dulunya ketua kelas, seperlima kapten tim olahraga dan 9% pernah menjadi ketua perkumpulan. Secara khusus, bidang olahraga merupakan arena pembelajaran yang berharga bagi mereka yang kini sukses menjadi pemimpin di perusahaan, dengan hampir 7 dari 10.

Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler juga memainkan peran penting dalam pengembangan pemimpin masa depan. Sepertiga laki-laki yang menjadi pemimpin dulunya adalah anggota pramuka, sementara 42% perempuan yang kini menjadi pemimpin dulu juga aktif dalam kegiatan di luar-pelajaran. Dan, 16% adalah anggota paduan suara serta satu dari 10 bermain musik dalam kelompok orkestra sekolah.

Kepala Eksekutif ILM Kim Parish mengatakan, “Studi ini memperlihatkan betapa umumnya anak-anak muda belajar tentang kepemimpinan sejak dini.””Kegiatan-kegiatan yang tampaknya seperti permainan anak-anak kecil itu sebenarnya menanamkan kepada anak-anak muda berbagai skill, misalnya semangat tim, ambisi, menentukan tujuan dan nilai-nilai lain yang berhubungan dengan kepemimpinan yang baik.”

Hampir sepertiga pemimpin bisnis merasa bahwa memegang posisi tanggung jawab di sekolah merupakan indikator terpenting dari pemimpin masa depan yang baik.
Mereka juga percaya bahwa kualifikasi-kualifikasi akademis bukan penentu utama sukses.
Pada 2005 silam, sebuah studi serupa yang dilakukan oleh lembaga konsultansi DDI menemukan bahwa 9 dari 10 chief executive dan level direktur dulunya memegang sedikitnya dua peran di sekolah, seperti ketua kelas atau kapten olahraga.

Tags: