Kenaikan Gaji Tak Lagi Berdasar Inflasi, tapi Kinerja

Ada tren yang menarik dan khas terjadi di Indonesia berkaitan dengan salary survey. Sejak 2001 hingga awal tahun ini, inflasi terus turun hingga di bawah 10%. Namun, kenaikan gaji hanya dua digit saja. Pada 2007 lalu misalnya, inflasi tertekan hingga 6% namun kenaikan gaji hanya 12%.

“Setelah krisis ekonomi 1998, perusahaan menaikkan gaji bukan berdasarkan besaran inflasi melainkan based-performance,” jelas Direktur Pengelola Watson Wyatt Indonesia Lilis Halim saat menjadi narasumber dalam Human Capital Executive Forum di JAC Indonesia, Jakarta, Rabu (16/1/08).

Menurut Lilis, tahun ini kenaikan gaji juga masih akan sama dengan tahun lalu, dan terutama itu terjadi karena didorong oleh kondisi pasar tenaga kerja. “Karena demand tinggi dan supply sedikit, perusahaan me-maintaince kenaikan gaji terutama di level manajemen untuk meng-attrack dan me-retain talent,” ujar dia.

Ditambahkan, kenaikan gaji memang akan lebih banyak dinikmati oleh level atas. Lilis membuat ilustrasi, karyawan dengan gaji Rp 1 juta rupiah dengan kenaikan 10% akan mendapatkan tambahan Rp 100 ribu, sedangkan mereka yang bergaji Rp 100 juta, kenaikannya mencapai Rp 10 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Lilis juga memaparkan hasil survei tingkat Asia-Pasifik mengenai tingkat turn over. Dilaporkan, turn over karyawan pada 2008 akan mencapai 10%, dan di Indonesia terutama akan terjadi pada sektor perbankan menyusul makin banyaknya bank-bank asing yang masuk.

Keseluruhan

Dalam hemat Lilis, masalah attrack dan retain karyawan masih akan menjadi isu utama HR di Indonesia 2008 sehingga perusahaan harus menyesuaikan program reward-nya dengan tujuan tersebut. “Masalah reward ini harus dilihat secara keseluruhan sebagai total reward strategy yang meliputi unsur-unsur monetery dan non-monetery, cash dan non-cash.”

Lagi-lagi Lilis memaparkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan Watson Wyatt di mana selain base salary, alasan karyawan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan adalah reputasi perusahaan yang bersangkutan.

“Begitu pula dalam soal retensi, karyawan tidak hanya melihat base salary tapi juga faktor lain seperti stress level dan adanya kesempatan untuk mengembangkan karir pribadi.”
Human Capital Executive Forum merupakan acara yang digelar bersama oleh NBO Thomas International, Majalah Human Capital dan JAC Indonesia.

Tags: