Kenaikan Gaji di India Tertinggi se-Asia Pasifik

India merupakan negara dengan tingkat rata-rata kenaikan gaji tertinggi di kawasan Asia Pasifik tahun ini. Dengan angka kenaikan sebesar 13,8%, negara dengan kepadatan penduduk sangat tinggi ini berhasil mengalahkan China yang mencatatkan angka kenaikan gaji sebesar 8%.

Kendati prosentase kenaikan gaji di India tersebut tertinggi di seluruh kawasan regional, namun menurun dibandingkan tahun lalu, 14,1%. Demikian laporan survei tahunan Asia-Pacific Salary Increase yang dikeluarkan oleh Hewitt Associates, sebuah perusahaan global bidang jasa HR. Di India, survei dilakukan atas 169 organisasi.

Menurut survei tersebut, rata-rata kenaikan gaji secara umum pada 2007 akan berkisar antara 12,3% sampai 15%. Tahun ini, karyawan pada jajaran profesional, supervisor, level teknikal menerima rata-rata kenaikan tertinggi, yakni 15% dan diharapkan akan mendapatkan kenaikan yang sama tahun depan.

Sedangkan jajaran senior dan puncak di manajemen mendapat presentasi tertinggi pendapatan variabel, tepatnya pada total kompensasi tunai, sebesar 19,5%. Angka ini diharapkan akan naik lagi tahun depan, menjadi 20,7%.

Setelah India, Filipina menempati urutan kedua sebagai negara dengan rata-rata kenaikan gaji tertinggi, sebesar 8,2%. Sementara gaji di China naik 8%, turun dari 8,3% tahun lalu.
Namun, meskipun dilaporkan naik, kenaikan gaji di kawasan regional tersebut tahun ini tergolong paling rendah dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan. Dan, tren penurunan ini cenderung akan terus berlanjut hingga 2007.

“Pasar Asia tetap terpelihara pertumbuhannya tahun lalu, di mana hal itu memberikan stabilitas kenaikan gaji pada sebagian besar pasar selama 2006,” demikian dilaporkan dalam survei tersebut.

Singapura tercatat sebagai pengecualian dalam tren ini. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan rata-rata kenaikan gaji karyawan 4,6%, negeri ini memperlihatkan salah satu kenaikan terbesar dari tahun ke tahun. Sedangkan Thailand an Malaysia menunjukkan kenaikan masing-masing 6,5% dan 6,2%. Gaji juga naik di Australia, Korea dan Hong Kong.

“Ketika organisasi didorong menaikkan belanja mereka untuk kompensasi sebagai akibat dari usaha panjang menarik dan mempertahankan karyawan, sejumlah perusahaan memperkuat stratgei HR mereka dan mempertajam tujuan bisnis untuk memastikan mereka mendapat talent terbaik dan peningkatan produktivitas,” ujar kepala bidang Talent and Organisation Consulting Analytics pada Hewitt Asia, Nishchae Suri.

Tags: