Kenaikan Gaji akan Kembali Tahun Depan

Setelah melalui tahun 2009 tanpa kenaikan gaji, sebagian besar manajer dan karyawan di Amerika yakin tahun depan kenaikan gaji dan bonus akan kembali lagi. Setelah setahun penuh dengan kecemasan dan keputusan-keputusan yang sulit, banyak perusahaan yang yakin tahun depan akan terjadi rebound, demikian hasil survei yang dilakukan Watson Wyatt baru-baru ini.

Melalui polling yang melibatkan 235 perusahaan besar di Amerika, Watson Wyatt memprediksikan kenaikan gaji rata-rata tiga persen pada tahun depan, setelah setahun penuh kenaikan sangat kecil, tidak sampai dua persen, bahkan banyak yang sebenarnya berkurang gajinya.

Jumlah perusahaan yang merencanakan tidak ada kenaikan gaji pada tahun depan juga merosot secara signifikan, turun dari 25% tahun ini menjadi 10% pada 2010, menurut sebuah polling terpisah atas 900 perusahaan yang dilakukan Watson Wyatt Data Services.
“Tahun ini adalah tahun yang sangat sulit bagi perusahaan dan karyawan,” kata Direktur Global Strategic Rewards Consulting pada Watson Wyatt Laura Sejen seperti dikutip Management Issues.

“Tapi, ada kabar baik di ujung cakrawala. Perusahaan berencana memberikan kenaikan gaji yang lebih banyak tahun depan, dan banyak yang berencana memperhitungkan potongan kenaikan gaji tahun ini sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi,” tambah dia.

Survei juga menemukan akan semakin erat hubungan antara kinerja dengan gaji yang diterima di masa depan. Secara umum perusahaan telah memberikan kenaikan lebih kecil kepada karyawan yang tidak memenuhi harapan di sisi kinerja.

Pada 2009 misalnya, karyawan yang hanya “setengah-setengah memenuhi harapan” menerima kenaikan hanya 0,2 persen, turun dari 1,5 persen pada 2008. Karyawan yang “melebihi harapan” tahun ini akan menerima rata-rata 3,1 persen kenaikan gaji, sementara karyawan yang “jauh melebihi harapan” bisa berharap kenaikan sebanyak 4 persen.

“Karena perusahaan beroperasi dengan dana terbatas, wajar bila kinerja karyawan semakin diawasi,” komentar salah satu direktur Watson Wyatt USA Laurie Bienstock.
Dampak resesi yang paling terasa adalah pengurangan bonus tahunan secara signifikan.

Dana yang disisihkan untuk bonus tahunan turun dari 99 persen pada 2007 menjadi 82 persen pada 2008, serta pada 2009 diperkirakan turun menjadi 75 persen saja.
“Tetap saja, yang paling penting saat ini bagi perusahaan mencari cara memberikan reward kepada karyawan yang memiliki kinerja terbaik atas kontribusi mereka kepada pendapatan perusahaan,” simpul Sejen.

Tags: