Kenaikan Anggaran Belanja Pegawai 2010 untuk Gaji, Tunjangan dan Rekrutmen

Pemerintah akan menaikkan secara signifikan alokasi anggaran belanja untuk pegawai Republik Indonesia pada APBN 2010 sebesar Rp 28 triliun atau 21 persen, menjadi Rp 161,7 triliun. Kenaikan belanja tersebut akan digunakan untuk tunjangan dan gaji, serta penambahan jumlah pegawai.
Demikian dipaparkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu usai rapat kinerja menteri-menteri bidang ekonomi di Kantor Kementerian Koordiantor Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/10/09) malam.
Secara umum, berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2010, alokasi anggaran pegawai sebesar itu akan dibelanjakan untuk program-program yang berkaitan dengan usaha melakukan reformasi birokrasi. Ujungnya, tandas Anggito, tak lain untuk memperbaiki dan menjaga kesejahteraan pegawai pemerintah dan pensiunan maupun meningkatkan kualitas layanan publik.
Nota keuangan itu sendiri sudah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke DPR pada 3 Agustus lalu. Peningkatan alokasi belanja pegawai itu terjadi pada semua pos belanja, yakni alokasi untuk belanja gaji dan tunjangan, alokasi anggaran untuk honorarium, vakansi, lembur dan lain-lain, serta untuk kontribusi sosial.
Pada pos belanja gaji dan tunjangan, alokasi anggaran digunakan untuk kenaikan tunjangan beras sesuai tingkat inflasi, kenaikan pangkat/golongan, gaji berkala dan status pegawai, gaji ke-13, serta cadangan alokasi anggaran untuk tambahan kebutuhan pegawai baru.
Dengan adanya kenaikan belanja pegawai tersebut, simpul Anggito, gaji pegawai negeri sipil akan naik sebesar 5%.

Tags: ,