Kelangkaan Skill Mendorong Kenaikan Gaji

Di tengah situasi kelangkaan skill di pasar kerja, kaum pengusaha cenderung lebih memilih untuk menaikkan gaji staf mereka sendiri sebelum mencari talent dari luar.
Demikian kesimpulan hasil survei yang dilakukan oleh Mercer Human Resource Consulting. Melibatkan lebih dari 300 organisasi, survei tersebut menemukan bahwa secara keseluruhan, termasuk untuk karyawan baru, gaji meningkat 4,2% dalam 12 bulan terakhir.

Namun, kenaikan gaji untuk staf yang memegang jabatan tertentu lebih tinggi dibandingkan semua level, yakni 4,5%. Pimpinan Bisnis pada Mercer Human Capital Advisory Services Ken Gilbert mengatakan, tren kenaikan pada gaji yang lebih tinggi untuk para pemegang jabatan tetap, telah terjadi sejak 2006.

Menurut dia, hal itu konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat, dengan tingkat pengangguran yang terus-menerus turun dari 5,3% pada Janurai 2006 ke level yang lebih rendah, 4,6%. Turunnya angka pengangguran berdampak pada mengecilnya volume pasar tenaga kerja, yang pada gilirannya menyulitkan bisnis untuk mendapatkan staf yang terampil.

Gilbert mengatakan, tren kenaikan gaji untuk karyawan pemegang jabatan tertentu memperlihatkan bahwa bisnis lebih fokus pada pembentukan dan pertahanan staf, dibanding membayar lebih tinggi untuk menarik talent baru.

“Ini mengindikasikan bahwa pengusaha sedang mengelola pertumbuhan biaya untuk segmentasi tenaga kerja dan menyediakan dana untuk mempertahankan mereka yang memiliki skill penting atau mereka yang performanya bagus,” kata dia. Sebagai dampaknya, sejumlah sektor pekerjaan menerima kenaikan gaji lebih tinggi dibandingkan lainnya.

Jabatan dengan keahlian khusus yang berada dalam permintaan tinggi, seperti engineering dan pekerja bidang konstruksi, menerima kenaikan gaji tertinggi. Sementara, jabatan dengan performa di lini bawah, seperti sales dan bagian teknik, menerima kenaikan paling rendah.

Survei menyimpulkan, perbedaan tingkat kenaikan pada jabatan lini atas dan bawah tersebut mengindikasikan perhatian pada gaji berbasis kinerja pada 2007 meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Gilbert mengatakan, pengusaha juga telah menempatkan perhatian yang lebih besar pada pembangunan keterampilan karyawan, sehingga posisi-posisi baru bisa diisi dari dalam.

Tags: