Kaum Eksekutif Lebih Loyal

Sekali-sekali, mari bergosip tentang para eksekutif. Kalangan pucuk pimpinan perusahaan itu ternyata jauh lebih loyal dari dugaan umum selama ini. Lebih dari separo berharap untuk bekerja pada tak lebih dari 7 organisasi sepanjang karier mereka, dan hampir 4 dari 10 bekerja hanya pada satu perusahaan yang sama dalam lima tahun terakhir.

Survei atas hampir 1000 orang eksekutif senior di Eropa yang dilakukan oleh lembaga manajemen talent BlueSteps.com (bagian dari AESC  Association of Executive Search Consultants) menemukan, nilai-nilai tradisional tentang jabatan pekerjaan dalam dan loyalitas masih melekat, dan mempengaruhi pandangan tentang mobilitas tinggi dalam bekerja.

Faktanya, 4 dari 10 telah bekerja di perusahaan mereka saat ini antara 2 hingga 5 tahun, dan lebih dari separo memperkirakan akan bekerja untuk tidak lebih dari 4 hingga tujuh organisasi hingga akhir karir mereka.

Presiden AESC Peter Felix mengaku terkejut dengan temuan tersebut, mengingat tingginya permintaan atas eksekutif senior yang berbakat.

“Dengan minimnya keahlian di kalangan eksekutif senior di seluruh dunia, saya berharap kaum eksekutif untuk mengantisipasi pertumbuhan pekerjaan yang besar selama karir mereka,” ujar dia.

Sebesar 55% dari mereka yang disurvei percaya, dua tahun merupakan masa jabatan yang terpendek bagi seorang eksekutif, sebelum pindah ke organisasi lain. Dan, lebih dari seperempat percaya jabatan pekerjaan memerlukan sedikitnya 3 tahun atau lebih

Tujuh dari 10 percaya bahwa dalam kurun 10 tahun, seorang eksekutif bisa berpindah-pindah maksimum pada dua hingga tiga organisasi.

“Temuan-temuan ini merefleksikan pandangan umum kaum eksekutif, bahwa seseorang tidak akan bisa memberi pengaruh yang signifikan pada organisasi jika hanya bertahan kurang dari 2 atau 3 tahun,” Felix menggarisbawahi.

“Butuh waktu untuk memantapkan posisi Anda dan tampaknya kaum eksekutif memiliki respek yang bagus pada pada investasi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk berbagai peran,” tambah dia.

Felix memberi ilustrasi, dengan makin terbukanya pasar kerja yang menggoda, khususnya berkaitan dengan booming ekonomi yang terjadi di China dan India, peluang bagi eksekutif yang, katakanlah, oportunis terbuka lebar. “Namun, tampaknya pandangan tradisional mengenai mobilitas kerja dan jabatan masih dipegang, setidaknya pada level senior,” simpul dia.

Survei juga menyoroti faktor-faktor utama yang mendorong seorang eksekutif meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja. Lebih dari tiga perempat mengatakan, minimnya kesempatan-kesempatan pengembangan karir merupakan alasan nomer satu untuk pindah. Menyusul kemudian: ketidakpuasan pada manajemen senior (hampir dua pertiga) dan nilai-nilai perusahaan yang buruk (lebih dari separo).

Selebihnya, 9 dari 10 eksekutif pindah dengan alasan mencari peran yang lebih entrepreneurial, dan 42% mencari kompensasi dan benefit yang lebih besar.

Tags: