Karyawan yang Bagus pun (Masih) Perlu Support

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang-orang di level staf memainkan peranan penting dalam pertumbuhan perusahaan. Namun, banyak organisasi yang tidak mampu mewujudkan fakta yang sederhana itu. Organisasi gagal memberikan support kepada karyawan untuk "mengeluarkan" potensi mereka secara maksimal.
Sebuah survei baru atas 300 eksekutif di Amerika Utara, Eropa dan Asia-Pasifik menemukan bahwa pada perusahaan-perusahaan berkinerja bagus, 8 dari 10 senior eksekutifnya tahu dan menyadari pentingnya (peran) staf dalam mengantarkan pertumbuhan.
Kebalikannya, pada perusahaan-perusahaan yang tergolong kurang sukses, hanya dua pertiga dari senior eksekutifnya setuju bahwa staf merupakan bagian dari kunci-kunci sukses.
Namun, pada sisi lain, ketika survei yang dilakukan oleh para konsultan dari The Forum Corporation itu menyoroti lebih dekat pada atribut-atribut dan kinerja staf dalam organisasi, ditemukan bahwa banyak di antara mereka menganggap bahwa senior mereka telah gagal memberikan arahan atau support yang diperlukan.
Terutama pada perusahaan yang pertumbuhannya bagus, dua pertiga dari karyawannya merasa tidak dipersiapkan. Keluhan utama mereka adalah kurangan pelatihan, pendidikan dan pendampingan. Dan, seperlima responden menyebutkan perlunya arahan dan support yang lebih banyak dari manajemen.
Sangat sedikit yang mengatakan bahwa mereka perlu diberi kebebasan yang lebih besar, dan otoritas untuk mengambil keputusan.
"Manajemen senior, baik karena masalah waktu atau pun faktor-faktor lain, umumnya memegang keyakinan yang salah bahwa staf yang bagus bisa berjalan sendiri untuk mentransformasikan kinerja bisnis," ujar Direktur The Forum Corporation Andrew Shapiro.
"Meskipun semua orang berkembang melalui tantangan-tantangan, namun staf merasa akan gagal tanpa support yang diperlukan," tambah dia.
Apa itu support yang diperlukan?
Menurut Sapiro, staf perlu diperkuat dengan analisis-analisis survei tentang apa yang membuat bisnis berkembang. Atau, dengan kata lain, tambah dia, perusahaan yang gesit dan memiliki leadership kuat akan sukses –dengan menciptakan rantai-rantai baru pertanggungjawaban dan rasa memiliki dalam organisasi.
"Menyadari kebutuhan-kebutuhan bisnis yang beragam, dari struktur organisasi hingga manajemen proses, inovasi dan produk adalah resep untuk mencapai pertumbuhan bisnis," simpul Sapiro. Untuk itu, tambah dia, diperlukan pemimpin yang mampu menciptakan iklim "self-ownership".