Karyawan Usia Tua Lebih Bahagia di Tempat Kerja

Bicara tentang kepuasan kerja, tak bisa lepas dari faktor usia. Asumsinya, karyawan dari angkatan kerja baru yang masih muda-muda tentu lebih bahagia dibandingkan dengan karyawan yang sudah menjelang masa pensiun. Yang terakhir ini pasti bosan dan kesepian di tempat kerja. Tapi, benarkah begitu?
Menurut sebuah survei baru yang dilakukan oleh lembaga riset Vodafonedi Inggris, faktanya justru sebaliknya. Karyawan usia tua merupakan angkatan kerja yang paling merasa bahagia dan puas di kantor. Survei menemukan, 7 dari 10 karyawan berusia di atas 50 tahun mengaku merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Angka tersebut berbanding dengan separo pada karyawan berusia 25 hingga 31 tahun. Dan, 97% dari karyawan berusia di atas 65 tahun mengaku merasa “nyaman” dengan pekerjaan mereka, berbanding 61% pada karyawan kelompok usia 31 hingga 35 tahun.
Riset dilakukan atas 3800 orang dan menghasilkan kesimpulan bahwa orang pada usia 30-an menunjukkan perasaan paling negatif mereka terhadap pekerjaan. Dalam kelompok usia ini, 58% merasa “undervalued”, 49% merasa “tidak puas”, dan 43% mengaku kehilangan motivasi.
Menurut analisis survei tersebut, depresi yang dialami individu pada masa pertengahan perjalanan karir mereka disebabkan oleh tekanan yang bermula dari keluarga. Kebalikannya, pada karyawan berusia tua, tekanan dalam kehidupan keluarga itu telah berlalu, sehingga pekerjaan kini menjadi “pelarian tahap kedua” yang menyenangkan.
Direktur Vodafone Mark Bond mengatakan, laporan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa diperlukan pemahaman dan empati yang lebih besar terhadap karyawan yang tengah berada pada masa pertengahan karir mereka. “Orang-orang ini, bagaimana pun, calon-calon pemimpin di masa datang,” tegas dia.
Laporan tersebut juga mengingatkan bahwa karyawan yang lahir pada 1980 pada gilirannya akan dihadapkan pada persoalan yang sama yang kini dihadapi oleh karyawan golongan usia 30-an.
“Angkatan kerja baru yang muda-muda sekarang ini lebih ambisius dan ingin sukses dengan cepat,” ujar konsultan peneliti senior pada Opinion Leader, lembaga yang juga terlibat dalam survei tersebut. “Oleh karenanya, angkatan baru ini harapannya lebih tinggi sehingga risiko untuk kecewa juga lebih besar,” tambah dia mengingatkan.

Tags: