Karyawan UOB Buana Masih Tunggu Keputusan Soal Gaji dan Bonus

Serikat Pekerja (SP) Karyawan UOB Buana menyatakan tetap bersedia berdialog dengan manajemen demi mencari solusi terbaik bagi kedua pihak. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga sudah memfasilitasi pertemuan manajemen dan SP di Gedung Depnakertrans, Jakarta, Selasa (7/4). Kedua pihak menyampaikan hal-hal yang menjadi pemicu perselisihan hubungan industrial sekaligus penjelasan langkah penyelesaian yang diambil.

Ketua Pusat Krisis Mogok Nasional SP Karyawan UOB Buana Harry Wibowo mengatakan, karyawan masih menunggu respons manajemen. ”Jika manajemen memenuhi tuntutan, kami akan segera menghentikan mogok. Bila tidak, mogok akan terus berlangsung sesuai pemberitahuan kami ke manajemen,” ungkap Harry.

Dalam pertemuan tripartit, SP Karyawan UOB Buana juga menolak klaim manajemen bahwa mereka menuntut kenaikan gaji 26 persen, seperti yang dipublikasikan di media massa. Menurut Harry, klaim tersebut terlalu mengada-ada. Karyawan hanya menuntut kenaikan gaji sebesar 15 persen, yang di dalamnya ada komponen indeks kebutuhan hidup untuk pola penyesuaian gaji.

Harry menjelaskan, manajemen hanya memberikan indeks kebutuhan hidup 4,91 persen pada tahun 2009. ”Saat kami tanya formulanya seperti apa, manajemen tidak bisa menjawab. Jadi, kami minta indeks kebutuhan hidup mengikuti kenaikan indeks nasional yang ditetapkan BPS saja, yakni 11,06 persen,” ujar Harry seperti dilaporkan Kompas.
Selama ini, lanjut Harry, manajemen baru membayar indeks kebutuhan hidup 1,27 persen. Oleh karena itu, karyawan tetap menuntut kenaikan tersebut.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Depnakertrans itu, manajemen juga sepakat untuk mengangkat tenaga kontrak, namun hanya yang berusia produktif atau di bawah 45 tahun. Itu pun hanya mereka yang indeks prestasi kerjanya 3, dari skala 1 sampai 5. Sementara untuk masalah dana pensiun manajemen akan memberikan tambahan dana sebesar Rp 10,5 miliar dari dana yang tersedia sebanyak Rp 400 miliar. Sedangkan untuk dua tuntutan lainnya, yaitu gaji dan bonus belum bisa dipenuhi manajamen.

Komunikasi

Ikatan Bankir Indonesia (IBI) menilai permasalahan yang dihadapi manajemen PT Bank UOB Buana Tbk dengan serikat pekerjanya bisa diselesaikan dengan baik antara kedua belah pihak. Menurut Ketua IBI Agus Martowardojo, apa yang sudah dilakukan manajemen Bank UOB memenuhi tuntutan para karyawannya sudah cukup baik. “Mungkin masih ada masalah di komunikasi. Saya yakin itu bisa diselesaikan dengan baik antara manajemen dengan pihak karyawan,” ujar Agus di Jakarta seperti dikutip detikcom.

Serikat Pekerja UOB Buana (SPKUOBB) di Indonesia melancarkan aksi mogok kerja sejak Senin (6/4/2009) lalu. Mereka menuntut manajemen untuk menaikan gaji, mengangkat pegawai kontrak, pengalihan dana pensiun dan pemberian bonus. Manajemen UOB mengaku telah menyanggupi dua dari empat tuntutan tersebut. Namun, pihak SPKUOBB ingin semuanya dipenuhi dengan ancaman akan terus melakukan aksi mogok.

Tags: , ,