Karyawan Outsourcing “Krakatau Steel” Tuntut Pesangon

Sekitar 4.000 pekerja outsourcing atau pekerja kontrak PT Krakatau Steel melakukan mogok kerja. Mereka menuntut pencairan pesangon menyusul akan adanya pengalihan pengelolaan tenaga kerja kontrak dari perusahaan lama ke perusahaan baru.

”Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai pembayaran pesangon dari PT Krakatau Steel (KS) dan vendor-vendor (perusahaan pengelola tenaga kerja outsourcing). Padahal, 1 Juli kontrak teman-teman dengan vendor lama habis,” kata Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel Isomudin di Cilegon, Banten, Rabu (23/6).

Para pekerja khawatir karena ketika terjadi pengalihan pengelolaan dari perusahaan lama ke perusahaan baru masa kerja mereka dihitung lagi dari nol tahun. Padahal, lanjut Isomudin, masa kerja mereka ada yang sudah 15, 20, bahkan 25 tahun.

Apabila masa kerja dimulai dari nol tahun, artinya ada penghilangan masa kerja. Oleh karena itu, konsekuensi logisnya, si perusahaan vendor lama dan si pemberi kerja—dalam hal ini PT KS— wajib mengeluarkan hak pesangon teman-teman,” ujar dia.

Isomudin mengatakan, pesangon yang sekarang ini ada di vendor lama bersifat titipan dari PT KS untuk membayarkan pesangon para pekerja. Kebijakan ini dimulai dari tahun 2001 yang jumlahnya dihitung per upah minimum kota/kabupaten tahun berjalan.

Peraturan ketenagakerjaan untuk pembayaran pesangon dihitung berdasarkan upah terakhir sehingga ada selisih. ”Namun, sampai sekarang belum ada pernyataan baik dari vendor maupun PT KS bahwa uangnya ada berapa, sedangkan kontrak kami 1 Juli habis,” kata dia seperti dilaporkan Kompas.

Pemogokan, kata Isomudin, akan terus dilakukan sampai para pekerja mendapat kepastian mengenai tuntutan mereka. ”Tuntutan pekerja mendapat pesangon dari vendor lama yang harus dibayarkan sebelum 1 Juli dan dilanjutkan dengan bekerja di vendor baru tanpa ada PHK,” tegas dia.

Perundingan

General Manager Security and General Affair PT KS Hari Waluyo mengatakan, PT KS sedang dalam tahap perundingan intensif dengan pihak vendor. ”Perlu digarisbawahi, Senin lalu sudah ada perundingan antara PT KS dan vendor. Hasilnya, disepakati untuk tahap pertama akan diselesaikan perhitungan secepatnya sesuai kontrak,” jelas dia.

Hari menuturkan, selama ini PT KS membayarkan tarif setiap bulan kepada vendor yang di dalamnya ada variabel berupa muatan pesangon. Di akhir pekerjaan, PT KS dan vendor sama- sama menghitung. Jika dalam perhitungan itu ditemukan kekurangan jumlah yang harus dibayarkan sesuai kontrak, dan itu tanggung jawab PT KS.

Mengenai tuntutan tak ada PHK, Hari mengatakan, PT KS sudah mengimbau perusahaan vendor baru untuk merekrut pekerja lama. ”Komitmen kami, mereka harus tetap bekerja,” kata dia seraya menambahkan, pemogokan pekerja outsourcing sejauh ini tidak mengganggu produksi karena pekerja organik PT KS menggantikannya.

Tags: