Karyawan Makin Dituntut untuk Memiliki Keahlian Global

Salah satu prediksi yang penting bagi segenap pelaku dunia usaha adalah bahwa pada tahun ini organisasi-organisasi akan terus berusaha melanjutkan pembenahan (restruktur) bisnis-bisnis mereka. Bagi karyawan, ini berarti tuntutan untuk meningkatkan keahlian mereka jika ingin tetap bertahan.
Demikian diungkapkan oleh Development Dimensions International (DDI) dan Human Capital Insutitute. Kedua lembaga konsultan HR tersebut mensurvei lebih dari 700 orang dari kalangan eksekutif, direktur dan manajer HR di AS dan Kanada.
Ditemukan, hampir tiga perempat dari mereka memprediksikan meningkatnya investasi dalam pelatihan dan pengembangan. Dan, 9 dari 10 berpendapat bahwa “<I>talent</I> akan menjadi faktor penentu utama bagi sukses bisnis.”
Senior VP pada DDI Rich Wellins yang menuliskan laporan hasil menelitian tersebut mengatakan, “Para pemimpin perlu sigap karena berubahnya bentuk organisasi-organisasi dan industri-industri akan menciptakan kebutuhan yang lebih mendesak akan <I>talent</I> yang bekualitas.”
Hampir tiga perempat pemimpin HR yang disurvei juga berharap adanya peningkatan dalam pembentukan struktur organisasional, dengan penekanan khusus pada “apapun yang kami kerjakan sekarang, kami akan (dituntut) lebih cepat, lebih baik dan dengan sumber daya yang lebih sedikit”.
<B>Persaingan Global</B>
Survei juga menyoroti fakta mengenai persaingan global, di mana 9 dari 10 mengatakan bahwa kompetisi bagi tenaga kerja yang memiliki keahlian global akan meningkat pada 2008.
Banyak organisasi dan negara akan bersaing untuk (memperebutkan) tenaga ahli yang sama, dengan 85% memprediksikan bahwa India dan China akan menjadi pemain utama di pasar (tenaga kerja) dunia dalam tiga tahun ke depan.
Diyakini, batas-batas geografi akan semakin kabur seiring dengan meningkatnya pertukaran pengetahuan dan kekayaaan intelektual antarnegara (menurut 86% responden).
“Keterbatasan sumber daya dan perluasan pasar-pasar global membuat pelatihan dan pengembangan individu penting bagi organisasi untuk maju dan berkembang. Semakin banyak organisasi kini mulai mengisi posisi-posisi kepemimpinan dari dalam untuk merespon kompetisi <I>talent</I> global,” ujar Wellins.
Wellins menambahkan, untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan secara internasional, tim dalam sebuah organisasi perlu melakukan diversifikasi anggotanya secara geografis. Peran-peran para pemimpin akan terus meluas mengikuti tunturan globalisasi.
“Mereka akan diharuskan untuk mengelola tim-tim yang (anggotanya) bervariasi dan mengelola tim-tim itu dari jarak jauh,” tegas dia.

Tags: