Karyawan Loyal itu Masih Ada jika Strategi Perusahaan Benar

Dinamika bisnis yang ditopang kemajuan teknologi telah membuat makna menjadi karyawan telah berubah. Loyalitas pada satu perusahaan yang sama dalam jangka waktu lama kini tinggal cerita. Namun, benarkah tak ada lagi istilah “bekerja untuk (seumur) hidup”?
Harus diakui bahwa pergantian generasi telah mengubah orientasi bekerja, dari urusan mencari nafkah menjadi soal aktualisasi diri. Namun, jika sampai dikatakan bahwa “job for life” sudah mati, menurut Kepala HR Arup, sebuah perusahaan konsultan terkemuka di Inggris, itu sangat berlebihan.
Direktur HR Arup Stella Littlewood mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan persepsi umum bahwa tak akan ada lagi karyawan yang setia dengan satu perusahaan dalam sepanjang usia kerjanya.
“Banyak orang bilang bahwa kerja untuk seumur hidup sudah menjadi cerita usang, tapi menurut saya itu omong kosong,” ujar Littlewood kepada <I>Personel Today</I>.
“JIka Anda benar-benar perusahaan yang bagus, memperlakukan karyawan dengan baik, memberi mereka pekerjaan yang menggairahkan dan menghargai mereka dengan sepadan untuk apa yang telah mereka kerjakan, secara teori, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak setia pada Anda.”
Diakui, memang banyak tantangan dan kendala untuk mempertahankan karyawan di era sekarang ini, di mana ide-ide baru dan pengatahuan terus berkembang.
“Dari perspektif HR, di sinilah pentingnya <I>performance management</I> sangat penting. HR harus memastikan bahwa setiap orang punya kontribusi dan, jika (Anda membiarkan) mereka tidak berkontribusi, sama artinya Anda mendorong mereka untuk pindah.”
Arup merupakan perusahaan global bidang konsultasi <I>engineering</I> yang memiliki 10 ribu karyawan di seluruh dunia. Menurut Littlewood, perusahaan ini mencatatkan angka terendah dibandingkan kompetitor dalam <I>turn over</I> karyawan, yakni 10% berbanding rata-rata 20%.

Tags: ,