Karyawan Kontrak Merasa Dinomorduakan

Jika selama ini banyak tuntutan untuk menghapuskan praktik outsorucing alias kerja kontrak, barangkali perusahaan-perusahaan agen tenaga kerja kontrak memang sudah saatnya untuk instrospeksi. Jangan-jangan, masalahnya memang terletak pada perlakuan terhadap karyawan kontrak tersebut.

Sebuah survei yang dilakukan oleh YouGov di Inggris menemukan bahwa pekerja kontrak merasa diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Dilaporkan, hampir separo dari 2700 responden mengaku mendapatkan hari libur yang lebih sedikit dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang telah menjadi karyawan tetap.

Di samping itu ditemukan juga bahwa sepertiga karyawan kontrak mengatakan, mereka menerima bayaran yang lebih kecil untuk pekerjaan yang sebenarnya sama (dengan yang dilakukan karyawan tetap).Seperti dilaporkan Personneltoday, seperempat dari responden juga mengaku bahwa mereka mendapatkan uang pesangon yang lebih kecil.

Survei tersebut disponsori TUC dan sekjen lembaga tersebut, Brendan Barber mengatakan, “Survei tersebut memperlihatkan bahwa banyak perusahaan masih minim dalam memenuhi hak-hak karyawan kontrak.””Mereka diperlakukan dengan buruk, digaji kecil, diberi liburan yang lebih sedikit serta kurang diperhatikan segi pelatihan dan pengembangannya,” tambah dia.

Tags: