Karyawan Juga Perlu “Visible” dan Peduli “Personal Branding”

Konsep tentang visibility dan personal branding bukanlah monopoli para artis dan pebisnis papan atas. Melainkan, penting untuk disadari dan dilakukan oleh semua kalangan yang ingin sukses, termasuk tentu saja jajaran karyawan dan individu-individu profesional.
Demikian dikatakan oleh praktisi dan konsultan marketing Hary Jap ketika memberi pembekalan kepada wartawan di PPM Manajemen, Jakarta, akhir pekan lalu.

“Mengapa sih kita perlu visible dan peduli pada personal branding?” tanya penulis buku Siapa Bilang Menjadi Merketing Executive Mudah? itu yang kemudian dia jawab sendiri. Menurut Hary, visibilitas diperlukan untuk mendongkrak harga (gaji).”Karyawan dan profesional yang visible akan memiliki higher rate, di samping itu mereka juga akan mencapai long term staying porwer in the market place,” tambah dia.

Hary mengakui bahwa kesadaran kaum profesional dan karyawan di Tanah Air akan pentingnya visibilitas dan personal branding masih rendah. “Biasanya mereka tidak percaya diri dan masih memegang prinsip, ah kalau memang bagus nanti pasar juga akan tahu sendiri.”Alumnus Jurusan Teknik Sipil, ISTN Jakarta tersebut melihat, banyak orang tidak mau visible karena merasa hanyalah “small player”. “Ada juga yang merasa bahwa bidang yang digelutinya tidak memungkinkan dia untuk visible,” sambung Hary.

Hary menandaskan, di era sekarang ini, ketika persiangan bisnis demikian ketat dan perubahan berlangsung sangat cepat, tidak ada alasan bagi para profesional dan karyawan untuk tidak visible. “Kalau dulu prinsipnya who you know, sekarang who knows you”,” ungkap dia. Dijelaskan, sampai batas tertentu, visibilitas bahkan telah menjadi industri tersendiri. “Agen-agen publisitas, perencana produk, periset pasar, pelatih-pelatih khusus, business managers hingga venue consultants…semua itu merupakan bagian dari visibility industry, yang bertugas membuat seseorang menjadi visible.”

“Intinya, being visible harus didukung modal pengetahuan dan teknik,” simpul dia.
Lebih jauh, Hary Jap memberikan tips dasar bagi karyawan dan profesional untuk mencapai status “visible”. “Kita bisa memulai dari penampilan kita, atau bisa juga dengan mengedepankan keunikan baik dalam soal konsep, konteks maupun timing,” papar dia.
“Berteman dengan orang-orang yang memiliki visibilitas tinggi juga bisa membuat Anda visible. Dan, kalau status itu sudah tercapai, jangan lupa untuk mengelola dan menindaklanjutinya,” saran dia.

Tags: