Karyawan Juga Perlu “Personal Branding”

Nilai “personal brand” semakin penting. Bukan hanya selebriti yang perlu dikelola dengan baik dan terstruktur personal brand-nya. Karyawan dan kaum profesional juga perlu meningkatkan citra dirinya, yang disebut I- Brand.

Demikian diungkapkan oleh Brand Consultant senior dari Etnomark Consulting Amalia E. Maulana di Jakarta. Menurut dosen pada Universitas Bina Nusantara yang juga ahli etnografi itu, ibarat sebuah merek produk, diri kita sendiri juga adalah sebuah merek yang harus dijaga reputasinya.

“Bila reputasi sudah bagus dan terpercaya, seseorang kemudian bisa merencanakan beberapa pengembangan diri agar cita-cita hidup yang belum tercapai bisa segera diraih,” ujar dia seraya mengingatkan bahwa sama halnya dengan sebuah merek, pencitraan diri seseorang itu mahal sekali.

Maka itu, lanjut Amalia, kita perlu menjadikan diri sendiri lebih baik lagi sebagai seorang karyawan dan profesional yang bernilai lebih di lingkungan mana pun kita berada. Dan, tidak hanya perlu dijaga, citra diri juga perlu ditingkatkan terus-menenerus.

“Citra diri perlu terus ditingkatkan di mata stakeholders, yakni teman sekerja, atasan, bahkan di mata para head-hunter agar tujuan yang hendak diraih dalam peningkatan karier bisa tercapai,” papar Amalia.

Amalia mengamati, banyak orang bekerja tanpa tahu persis muaranya, mengalir begitu saja, menikmati apa yang ada di hadapan mata. Padahal, untuk meraih posisi yang diinginkan, selain kerja keras orang juga perlu merencanakan dan mengatur strategi, mengemas diri dan melakukan branding dengan baik.

“Ini yang disebut dengan I-Branding,” ujar akademi dan konsultan yang sudah sejak lama menekuni masalah I-Brand tersebut.

“Mengelola I-Brand tidak bisa sambil jalan atau sekadarnya, perlu perencanaan strategi yang baik serta pelaksanan yang disiplin,” tambah Amalia yang akan menggelar seminar “Strong I-Brand Tingkatkan Citra Diri” di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Tags: