Karyawan dan Pengusaha Diminta Harmonis

Wakil Presiden Boediono meminta karyawan dan pengusaha menciptakan harmonisasi hubungan industrial dan menghindari cara-cara konfrontasi yang menimbulkan masalah baru dan berkepanjangan.Hal itu disampaikan Wakil Presiden sebelum mengibaskan bendera Gerak Jalan Sehat 2010 di Kawasan Industri MM2100, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5).

Hadir dalam acara itu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Ketua Himpunan Kawasan Industri MM2100 Cikarang, Bekasi, Lesmana.”Jangan meniru yang negara lain lakukan. Kita punya cara dan kultur sendiri yang telah diajarkan nenek moyang kita, yaitu menyelesaikan setiap masalah dengan baik dengan berdialog dan duduk bersama membahasnya,” kata Wapres seperti dilaporkan Kompas.

Boediono mengibaratkan Indonesia adalah kapal yang berada di tengah gelombang lautan luas ekonomi dunia. ”Sebab, salah satunya krisis ekonomi yang meledak dua tahun lalu, ekornya masih ada. Sementara krisis itu belum selesai, goncangan ekonomi mulai tampak lagi dari Eropa sekarang ini,” ujar Boediono.

Ditegaskan juga bahwa apapun yang terjadi di bagian dunia lain akan merembet ke bagian negara lainnya. ”Kita berada dalam satu kapal dan di bagian lautan lainnya masih bergejolak meskipun di Indonesia mulai tenang. Sampai kapan krisis itu, kita tidak tahu. kita yang ada dalam kapal jangan sampai oleng karena ulah kita sendiri,” tutur dia.
Karyawan Dirumahkan

Sementara itu, PHK terus terjadi. PT Kraft Kertas Aceh (PT KKA) telah merumahkan sebagian besar karyawannya. Dari 800 orang karyawan, kini hanya tersisa 115 orang yang bertugas menjaga kondisi pabrik agar tidak rusak.”Sebagian besar yang sudah dirumahkan itu, bisa panggil kembali kalau pabrik ini sudah kembali operasi,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/5/2010) seperti dikutip Detikcom.

Mustafa menjelaskan, saat ini Kementerian BUMN masih menunggu hasil kajian yang tengah dilakukan oleh PT. Danareksa (Persero). Kajian inilah yang akan menentukan kelanjutan nasib dari pabrik kertas yang berlokasi di Desa Jamuan, Aceh Utara itu.