Karyawan Bank UOB Buana Gelar Mogok Kerja Nasional

Sebagian besar karyawan PT Bank UOB Buana Tbk melakukan mogok kerja secara nasional. Sejumlah kantor di Jakarta juga terkena sebagian aksi mogok kerja massal tersebut, sehingga pelayanan kepada nasabah menjadi terhambat. Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Karyawan PT Bank UOB Buana Tbk (SPKUOBB) Bambang Setiarso dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Senin (6/4/09) menyatakan, mogok kerja dengan penanggung jawab SPKUOBB adalah pilihan terakhir yang dilakukan dengan sangat terpaksa.

SPKUOBB menilai, pihak manajemen tidak memiliki itikad baik untuk melakukan negosiasi dan mencari penyelesaian atas tuntutan karyawan mengenai perbaikan kesejahteraan. Direncanakan, mogok akan digelar hingga 8 April 2009. Bambang menegaskan, segala risiko yang timbulk akibat mogok kerja tersebut merupakan tanggung jawab pihak manajemen. Mengingat, surat pemberitahuan mogok kerja sudah disampaikan SPKUOBB sejak 24 Maret 2009 dan tidak ada inisiatif pihak manajemen untuk menyelesaikan dengan segera.

Staf karyawan Bank UOB Buana di cabang Jalan Asemka, Jakarta membenarkan bahwa sebagian karyawan melakukan mogok kerja. “Tapi sebagian lagi masih beroperasi sehingga tidak mengganggu layanan ke nasabah,” kata karyawan tersebut ketika dihubungi detikFinance. Namun, Direktur Bank UOB Buana Safrullah Hadi Saleh mengakui, aksi mogok kerja yang dilakukan separuho karyawannya telah membuat pelayanan berjalan lambat. “Pelayanan tetap bisa jalan cuma tidak bisa lancar, kami minta pengertian juga dari nasabah,” ujar dia.

Safrullah menambahkan, sebenarnya tidak semua karyawan di kantor-kantor cabang melakukan mogok kerja. Kantor cabang seperti Batam, Palembang dan Kelapa Gading menurut dia justru menolak aksi tersebut. Dijelaskan lebih jauh, aksi mogok kerja itu merupakan buntut dari permintaan peningkatan kesejahteraan yang diajukan karyawan. Dari 7 poin yang diminta, menurut dia tiga di antaranya sudah dipenuihi dan dua lainnya lagi sudah ada jalan keluarnya, sehingga tinggal dua masalah lagi yang belum tuntas.

“Dua masalah itu permintaan kenaikan gaji dan bonus,” ungkap Safrullah seraya menilai, permintaan karyawan itu berat karena mengabaikan kenyataan bahwa sekarang ini sedang terjadi krisis ekonomi global di mana Indonesia juga terkena dampaknya dan belum diketahui kapan berakhirnya. Jumlah karyawan Bank UOB saat ini total 5.800 orang. Safrullah mengaku tidak tahu berapa persisnya jumlah karyawan yang mogok. Ketua Serikat Pekerja Bambang Setiarso menyebutkan, mogok kerja dilakukan di 205 kantor cabang di 28 kota di Indonesia.

Tags: ,