Karyawan Bank IFI Resah Menanti Pesangon

Karyawan Bank IFI mengaku resah menanti hak pesangon mereka yang hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan. Karyawan pun bingung mencari pekerjaan baru karena masih diminta masuk kerja jika ingin mendapat pesangon.

Menurut seorang karyawan berumur 43 tahun yang enggan disebutkan namanya, karyawan memang diminta untuk absen setiap hari jika ingin mendapat pesangon.
“Kita harus absen tiap hari. Karena kalau absen kosong, kita dinyatakan mengundurkan diri. Makanya tetap ke sini meski tidak mengerjakan apa-apa,” kata dia kepada Detikcom di kantor pusat Bank IFI, Plaza Abda, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Karena masih diminta masuk kerja setiap hari, maka karyawan menjadi tidak leluasa untuk mencari pekerjaan baru. “Saya belum bisa tenang cari pekerjaan lain, karena status di sini belum jelas, yang pasti semua memang akan diberhentikan,” ujar sumber yang sama.

Keresahan bertambah karena bagi karyawan tidak mudah untuk mencari pekerjaan baru di masa krisis seperti saat ini, lebih-lebih bagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi. “Karyawan resah dan bingung ke depannya gimana, apalagi umur saya segini, cari kerja nggak gampang,” ungkap narasumber lain, seorang karyawan berusia 41 tahun.

Dari berbagai keterangan yang berhasil dihimpun, karyawan yang sudah bekerja 1 tahun akan menerima pesangon sebesar 1 kali gaji pokok. Karyawan yang sudah bekerja 2 tahun akan menerima pesangon 2 kali gaji pokok. Dan, karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun akan menerima pesangon 9 kali gaji pokok plus 1 kali gaji.

Namun, karyawan tetap berharap ada tunjungan-tunjangan lain yang dimasukkan dalam paket pesangon nanti. Sebab, ada sebagian karyawan yang masih memiliki kewajiban pinjaman pada Bank IFI sehingga jika pesangonnya dipotong bisa jadi malah akan minus.
“Diharapkan sih dapat lebih, karena ada kewajiban lainnya seperti pinjaman karyawan, jadi malah bisa dapat minus. Saya berharap selain pesangon ada plus-plusnya.

Biasanya pada bulan Juni ada tunjangan pendidikan,” tambah narasumber tadi. Bank Indonesia mencabut izin usaha Bank IFI per Jumat, 17 April 2009 lalu setelah dinilai tidak memiliki modal yang cukup dan tingginya kredit macet di bank tersebut.