Karier Perempuan Berakhir Setelah Punya Anak?

Banyak perusahaan yang tidak mengizinkan perempuan yang habis melahirkan untuk kembali bekerja. Ini menyebabkan karier seorang perempuan seolah-olah berakhir setelah mereka punya anak.
Demikian menurut sebuah survei baru yang dilakukan oleh lembaga bernama National Childbirth Trust (NCT) di Inggris.
Survei tersebut menemukan bahwa 4 dari 10 perempuan mengatakan bahwa mereka "sulit" atau "sangat sulit" untuk kembali bekerja setelah punya anak. Sementara, sepertiga lainnya mengaku, hubungan mereka dengan bos menjadi renggang sejak mereka hamil.
Survei dilaukan atas 1500 ibu yang belum lama kembali bekerja setelah punya anak. Ditemukan juga bahwa sepertiga perempuan merasa prospek-prospek promosi kenaikan jabatan mereka dikurangi sejak mereka punya anak. Sedangkan, satu dari 7 mengatakan, senioritas mereka berkurang sejak kembali ke kantor (setelah cuti melahirkan).
CEO NCT Belinda Phipps mengatakan, "Masalahnya, apakah kebijakan-kebijakan dan prosedur di perusahaan Anda bersahabat dengan perempuan atau tidak."
"Survei menunjukkan bahwa secara keseluruhan, berbagai kebijakan yang ada itu tidak cukup menguntungkan (bagi perempuan)," tambah dia.
Phipps mengakui, kebijakan yang bagus dari HR memang selalu ada. Namun, dia melihat, dalam praktiknya perusahaan sering "mengingkari"-nya.
"Para manajer lini dan mereka yang bertanggung jawab langsung terhadap karyawan perlu lebih meningkatkan terciptanya suasana yang nyaman bagi para ibu yang kembali ke kantor setelah melahirkan. Ini tentang memahami dan menghargai, bukan sekedar proses," papar dia.

Tags: