Kantor Semakin Ditinggalkan?

Jumlah orang yang menggunakan kantor mereka sekedar sebagai tempat untuk pertemuan meeting atau ngobrol dengan sesama rekan kerja terus meningkat. Sedangkan, tempat kerja mereka yang sebenarnya berpindah-pindah, dari rumah, di jalan atau bahkan di laptop atau Blackberry.

Riset yang dilakukan sebuah perusahaan pemberi jasa layanan jarak jauh Citrix Online menemukan bahwa semakin banyak orang di Amerika yang mengerjakan, setidaknya sebagian, pekerjaan mereka secara virtual pada beberapa jam tertentu dalam sehari. Semua ini terjadi tentu karena teknologi online dan nir-kabel.

Ditegaskan bahwa istilah “telecommuter” yang muncul pada 1980-an dan 1990-an kini lebih tepat bila disebut “web commuter” karena ketergantungan orang pada internet.
Sebelumnya, sebuah jajak pendapat atas lebih dari 1.000 karyawan di Inggris oleh The Work Foundation dan Microsoft menyimpulkan bahwa hanya sepersepuluh yang mengatakan bahwa tempat kerja mereka adalah lingkungan yang kreatif untuk berkarya, dengan sepertiga bahkan menyebut kantor mereka tidak memberikan inspirasi.

Sementara, riset yang dilakukan The Citrix menemukan bahwa hampir seperempat karyawan di Amerika, dan 4 dari 10 pemilik bisnis berskala kecil, secara tetap bekerja dari rumah atau lokasi lain di luar (kantor). Hal itu terjadi seiring dengan makin tergantungnya para karyawan terhadap teknologi web, seperti internet, email atau teknologi lain yang memungkinkan orang mengakses komputer kantor dari mana saja, atau bertemu kolega secara online.

Dan, mereka yang tidak memiliki fasilitas untuk bekerja dari luar kantor, hampir dua pertiga mengatakan akan lebih senang jika bisa melakukannya. Bisa bekerja dari jarak jauh atau di luar kantor setidaknya pada waktu-waktu tertentu kini memang menjadi impian semua orang. Dan, berdasarkan penelitian tersebut, bahkan telah nyaris menempati peringkat teratas daftar benefit “ekstra” yang diinginkan oleh karyawan. Melebihi benefit penting lain seperti pembagian stock option.

Karyawan di Amerika yang berusia antara 18 hingga 34 tahun lebih excited dengan bekerja dari jarak jauh, dengan 7 dari 10 setuju bahwa hal itu akan menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu. Survei yang dilakukan The Work Foundation/Microsoft sebelumnya juga menyimpulkan bahwa lebih dari seperempat karyawan percaya bekerja dari luar kantor merupakan masa depan dunia kerja.

Lebih dari separo mengatakan akan lebih senang jika ada kesempatan yang lebih besar terhadap mobile working dalam pekerjaan mereka.Dan, 16% mengatakan akan meninggalkan pekerjaan yang sekarang jika dalam enam bulan ke depan bos mereka tidak terbuka terhadap kemungkinan kerja yang fleksibel. Wah, gawat!

Tags: