Kabar Gembira, UMP DKI Tahun Depan Rp 2,2 Juta

aspek

 

BISA jadi, perayaan tahun baru 2013 mendatang, khususnya buat para pekerja di DKI Jakarta akan disambut dengan suka cita dan lebih bergembira. Apa pasal? Karena per 1 Januari 2013, gaji mereka akan naik secara signifikan, dari Rp 1,5 juta pada tahun ini, naik Rp 700 ribu menjadi Rp 2,2 juta per bulan.

Ya, kabar gembira ini datang dari hasil rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta tentang penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta untuk tahun 2013 yang digelar Rabu (14/11/2012) di Balai Kota DKI sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari, dengan diwarnai 7 (tujuh) orang perwakilan pengusaha yang melakukan walk-out. Dan, hasilnya adalah ditetapkannya UMP DKI Jakarta tahun depan sebesar Rp 2.216.243,68

Meskipun kalangan pengusaha menolak penetapan UMP DKI Jakarta ini, namun, Dewan Pengupahan DKI Jakarta menegaskan keputusan ini sudah final. Menanggapi keputusan ini, Jaya Santosa, Presiden DPP Aspek Indonesia, pengusaha harus legowo menerimanya. “Pengusaha tidak bisa berbuat banyak dan harus mengikuti, karena palu rekomendasi sudah diketuk,” ujarnya kepada PortalHR.

Meski demikian Jaya menambahkan, bagi pengusaha yang keberatan masih ada jalur yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan UU No 13 tahun 2003. ”Ada ruang bagi pengusaha untuk meminta dispensasi tidak melaksanakan UMP baru tersebut dengan alasan tidak mampu. Tapi alasan ini harus dibuktikan dengan data keuangan perusahaan dan waktunya tidak boleh lama,” imbuhnya.

Jaya tidak menampik bahwa keputusan kenaikan UMP DKI Jakarta inilah saat yang dinanti-nantikan oleh para pekerja dan keluarganya. “Jelas ini adalah kabar gembira. Semua pekerja di DKI Jakarta merasakan nikmatnya karena gajinya akan segera disesuaikan. Baik yang gajinya selama ini di bawah atau sesuai UMP sekarang, maupun yang sudah di atas UMP agar ada penyesuaian,” tukasnya.

Mengenai besaran angka UMP 2013 sebesar Rp 2,2 juta yang ditetapkan dalam sidang Dewan Pengupahan DKI kemarin, berarti 112% dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL), Rp 1.978.789. Meskipun angka ini sebenarnya lebih rendah dibanding tuntutan awal yang diusung para buruh sebesar Rp 2.799.067, namun bisa dibilang ini adalah sejarah bagi penetapan UMP.

Seperti diketahui, selama kurun waktu lebih dari 5 tahun, nilai UMP DKI sering kali berada di bawah dari hasil survei KHL pekerja lajang. Tengok saja, berdasarkan catatan Forum Buruh Jakarta, survei KHL 2009, KHL pekerja lajang sebesar Rp 1.314.059, nyatanya UMP DKI 2009 yang diputuskan hanya Rp 1.069.865. Pada 2010, survei KHL lajang di ibu kota sebesar Rp 1.317.710, namun UMP yang ditetapkan Rp 1.118.009. Sedangkan penetapan UMP DKI pada 2011 sebesar Rp 1.290.000, atau 92% dari KHL. (*)

Tags: , , , ,