Jutaan Pekerja di Amerika Ingin Jadi Bos

Semangat para pekerja di Amerika ini boleh ditiru. Bertepatan dengan perayaan Hari Buruh tahun ini, jutaan pekerja mengungkapkan tekad bahwa mereka ingin berhenti bekerja untuk orang lain dan mengambil inisiatif untuk memulai bisnis sendiri.

Tekad mulia itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat nasional yang disponsori oleh E-Myth Worldwide, sebuah penyedia saluran pendidikan bisnis di internet. Sekitar enam juta orang Amerika yang saat ini bekerja mengatakan, mereka merencanakan terobosan dan memulai bisnis sendiri dalam jangka 12 bulan ke depan. Total, sekitar 13, 6 juta karyawan, pengangguran dan wiraswastawan yang merupakan hampir 8 persen penduduk Amerika berharap untuk mengambil kendali atas cita-cita mereka sendiri dengan memulai bisnis baru.

Penelitian itu juga menghasilkan temuan bahwa alasan yang paling populer (1 dari 3 responden) untuk memulai bisnis sendiri tak lain “menghasilkan lebih banyak uang”. Sedangkan, 1 dari 5 (18%) responden melihat hal itu sebagai cara untuk mengangkat diri sendiri menjadi bos. Hanya 1 dari 6 (15%) yang menyebut alasan untuk memenuhi impian atau hobi.

“Survei ini memperlihatkan, semangat kewirausahaan di Amerika sebagian besar digerakkan oleh hasrat untuk mencetak uang lebih banyak,” kata CEO E-Myth William Schlegel. “Hari Buruh tahun ini, jutaan orang ingin berhenti menjadi karyawan orang lain, atau keluar dari lingkaran pengangguran dan mulai bekerja sendiri dengan menjadikan mereka bos bagi diri sendiri,” sambung dia.

Hari Buruh di Amerika dirayakan pada hari Minggu pertama setiap bulan September. Penelitian yang dilakukan untuk menyambut Hari Buruh tersebut memperlihatkan bahwa semangat untuk mengangkat diri menjadi bos itu dimiliki oleh semua kelompok usia dewasa. Namun, yang terbesar tercatat pada pekerja yang berumur antara 45 hingga 54 tahun.

Tags: