Jusuf Kalla: Belajar Bisnis Seperti Belajar Renang

Wakil Presiden M Jusuf Kalla, yang juga calon presiden mengatakan, belajar menjadi pengusaha sama seperti belajar berenang. Hal yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai dan mengambil risiko.

"Jadi, yang penting turun dulu. Ambil risiko. Sama seperti belajar berenang. Terjun saja dulu, basah dulu, kedinginan dulu," ujar Jusuf Jalla ketika membuka Workshop "Kewirausahaan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta" di Pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu Modern Sahid, Bogor, Senin (22/6/09).

Dalam belajar menjadi pengusaha, tandas dia, pendidikan adalah nomor dua. Dalam hemat Jusuf Kalla, banyak lulusan SD atau bahkan buta huruf yang menjadi pengusaha sukses. "Jika pengusaha lulusan SD saja sukses, apalagi kalau orang itu lulus sarjana," ujar dia sambil tertawa.

Menurut Jusuf Kalla, (menjadi) pengusaha merupakan pekerjaan yang mulia karena dapat membuka lapangan pekerjaan, selain memberi masukan kepada negara lewat pajak, dan mendatangkan manfaat bagi masyakarat lewat zakat. Di atas semua itu, tentu, turut membangun perekonomian nasional.

Saat ini, ungkap dia, pemerintah terus memberikan fasilitas dan kemudahan bagi para pengusaha pemula. Dengan demikian, hal itu dapat merangsang anak-anak muda dan siapa saja yang ingin memulai usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla berbagi cerita dengan mengenang ayahnya, H. Kalla yang hanya lulusan kelas tiga SD, namun bisa sukses menjadi pengusaha. Lebih jauh dia memaparkan, masuknya Islam di Indonesia pun melalui pafra pengusaha yang berasal dari Timur Tengah.

Itulah yang menyebabkan Islam di Indonesia lebih moderat dibandingkan Islam di negara lain, khususnya Timur Tengah. "Karena pada dasarnya pengusaha tidak ingin cari musuh," kata dia.