Jumlah Wirausaha Kurang dari 2 Persen

Jumlah wirausaha di Indonesia kurang dari 2 persen dibandingkan dengan jumlah penduduk. Padahal, untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha. Kewirausahaan merupakan kegiatan yang diyakini mampu membuka lapangan kerja baru untuk mengatasi masalah pengangguran.

Itulah benang merah pemikiran yang mengemuka pada workshop wirausaha yang diselenggarakan Bank Mandiri di Ambon, Kamis (18/3). Workshop yang dihadiri Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan ratusan mahasiswa itu menampilkan pakar manajemen dan pemasaran Rhenald Kasali serta sejumlah pengusaha seperti pemilik PT Kelola Mina Laut M Nadjikh.

Kebutuhan lahirnya wirausaha baru itu menjadi dasar Bank Mandiri berkomitmen mendorong generasi muda berwirausaha melalui program Wirausaha Mandiri.
Direktur Institusional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan, Bank Mandiri telah menyelenggarakan program Wirausaha Mandiri sejak 2007.

Tahun ini Bank Mandiri kembali menyelenggarakan program tersebut untuk memfasilitasi generasi muda, terutama mahasiswa, dalam mengembangkan potensi kewirausahaan.
Kali ini Kota Ambon menjadi pilihan pertama penyelenggaraan workshop Wirausaha Mandiri 2010.

Selain workshop, juga dilakukan pelatihan untuk dosen guna memperkuat tim pengajar kewirausahaan di perguruan tinggi sesuai modul kewirausahaan yang telah disusun.
Selain di Ambon, pelatihan untuk dosen juga digelar di Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, dan Pontianak.

”Fokus program Wirausaha Mandiri adalah mengubah pola pikir mahasiswa untuk mulai berwirausaha dan mengurangi ketergantungan pada lapangan pekerjaan yang telah tersedia,” kata Abdul Rachman seperti dilaporkan Kompas.

Keharusan

Pelaksanaan program ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan bagi pengusaha mikro dan kecil untuk menjadi pengusaha yang lebih tangguh, mandiri, dan layak mendapat pembiayaan bank. Menurut Abdul Rachman, dengan meningkatnya angka kewirausahaan, tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat sehingga dapat mendorong roda perekonomian Indonesia.

Saat menceritakan pengalamannya merintis usaha, M Nadjikh mengatakan, kesempatan untuk bekerja di sektor formal saat ini sangat terbatas sehingga tidak mampu mengakomodasi semua lulusan perguruan tinggi. Oleh karena itu, menjadi wirausaha merupakan keharusan.

Senada dengan itu, Rhenald Kasali mengatakan, ”Wirausaha Mandiri diharapkan mampu menjadikan mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif. Tidak bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja yang baru.”

Tags: