Job fair, Masih Diminati Ribuan Job seeker

job-fair 2 PortalHR dotcom

 

SUASANA Gedung Smesco UKM (SME Tower) di Jl Gatot Subroto, Jakarta, 14-15 September 2012, tampak meriah dipadati pengunjung. Tak kurang dari ribuan pengunjung memadati area eksibisi yang hari itu digelar acara Quality Job Fair, yang diselenggarakan oleh Jobstreet, perusahaan penyedia informasi lowongan pekerjaan.

Acara yang berlangsung dua hari tersebut, diperkirakan berhasil menyedot 10 ribu para pencari kerja ini yang ingin mendapatkan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan peserta job fair. Menarik dicermati, panitia menawarkan kemudahan sistem online yang memungkinkan para pencari kerja untuk tidak menenteng-nenteng CV (curriculum vitae). Malah, bagi peserta yang sudah mempunyai akun di Jobstreet diberikan kemudahan jalan pintas mengakses ke perusahaan yang mereka tuju dengan hanya memasukkan nomor identitas mereka.

Evi, salah satu pelamar yang baru saja lulus kuliah ini, mengaku memanfaatkan acara  ini dengan maksimal. “Saya apply ke 10 perusahaan, termasuk bank dan TV,” ujarnya bersemangat. Evi mengaku event seperti job fair ini membantu dirinya melamar ke banyak pekerjaan sekaligus. Soal hasilnya dari ikut acara tersebut, Evi memilih santai menanggapinya. “Sepertinya sih lebih efektif kalau datang langsung ke perusahaannya, tapi event ini mesti dimanfaatkan juga khan,” tambahnya.

Membludaknya peserta yang hadir membuat perusahaan yang berpartispasi dalam job fair ini mesti pandai-pandai menyeleksi calon kandidat. Tak jarang, bagian HRD yang terlibat dalam dalam event ini memberikan persyaratan yang ketat bagi peserta. Seperti Fauzan Aziz, HRD Bringin Life kepada PortalHR mengatakan alasannya ikut job fair, “Karena dengan acara ini bisa bertemu kandidat secara langsung, bertatap muka dan mengetahui bagaimana kandidat memiliki skill berinteraksi. Kami turun langsung untuk menyeleksi calon kandidat yang akan menjadi karyawan kami.”

Meski langsung dilakukan interview, Fauzan buru-buru menambahkan bahwa proses perekrutan nantinya akan dilanjutkan di internal perusahaan dengan beberapa tahapan. “Tentu kami akan menyaring dari ratusan aplikasi yang masuk menjadi hanya beberapa kandidat terkuat. Dari yang tersaring paling hanya 2 atau 3 orang saja yang akan kami rekrut,” ujar Fauzan.

Dibuka 30 ribu lowongan kerja tiap hari

Dalam setiap job fair, kesan berjubel memang tidak bisa dihindarkan. Untuk menyiasati hal tersebut, panitia menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja. “Sebenarnya kami menyediakan sistem online yang memadai, hal itu untuk mengurangi terjadinya antrian dan membantu bagian HRD untuk lebih terorganisir dalam menerima aplikasi,” ujar Faridah Lim selaku Head of Marketing Jobstreet Indonesia.

Faridah menambahkan, pihaknya selektif dalam menerima perusahaan yang akan bergabung. “Kami melihat dari sisi perusahaan peserta bonafid, mempunyai brand employer kuat dan benar-benar menyediakan lowongan untuk pelamar yang menjadi klien kami,” tambah Faridah Lim.

Dengan adanya sistem online recruitment, para pelamar akan lebih mudah memasukkan CV-nya ke perusahaan yang mereka incar di mana pun dan kapan pun. Termasuk, lanjut Faridah, dengan sistem ini, pelamar bisa menjangkau tempat dan batasan umur. “Tercatat kandidat termuda yakni yang baru lulus SMA sampai level senior yang sudah berusia 60 tahun ternyata masih tertarik untuk ikut memanfaatkan sistem online tersebut.

Menariknya, yang paling banyak mencari kerja bukan yang pengangguran tetapi orang yang sudah bekerja lebih dari 3 tahun di perusahaannya,” ujarnya.

Meski dengan sistem online recruitment ini terlihat mudah, Faridah mengakui bahwa masih banyak tantangan ke depannya. “Di antaranya adalah membangun kepercayaan member dengan sistem yang ada, serta bagaimana mengedukasi bagian HRD yang kebanyakan masih menganut aliran konvensional. Terkadang HRD atau job seeker tidak trust dengan sistemnya, mereka lebih cenderung menyuruh pelamar mengirim CV ke email mereka langsung,” tambah Faridah.

Sisi baiknya, sambung Faridah, dengan sistem online ini harusnya pencari kerja tidak kesusahan lagi dalam berburu pekerjaan. “Jadi siapa bilang cari kerja susah, ada 30 ribu posisi yang ditawarkan setiap harinya. Masalahnya hanya perusahaan dan pencari kerja belum bertemu saja. Untuk itu kita ingin membantu untuk menjembatani keduanya, agar mencari kerja menjadi happy,” tukas Faridah. (*/@nurulmelisa)

Tags: , , , ,