Jakarta Masih “Juara” PHK

Total pemutusan hubungan kerja (PHK) yang telah dilaporkan kepada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) mencapai 44.757 pekerja di 16 provinsi per 17 April 2009. Provinsi DKI Jakarta mencatatkan tingkat PHK tertinggi.
Selama masa krisis ini, jumlah pekerja di wilayah DKI Jakarta yang telah terkena PHK mencapai 14.268 orang. Disusul kemudian oleh Provinsi Jawa Tengah yang mencatatkan angka PHK 9.732 orang. Demikian data yang terungkap dari Nota Dinas yang ditandatangani Direktur Jenderal Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Depnakertrans Myra M. Hanartani tertanggal 17 April 2009.
Nota yang dirilis di Jakarta, Selasa (21/4/2009) itu menyebutkan, angka PHK tersebut relatif tidak terlalu banyak berubah dibandingkan dengan posisi per 8 April 2009 yang mencapai 44.220 orang.
Namun, selain 16 provinsi yang sudah melaporkan jumlah PHK, masih banyak provinsi-provinsi yang sama sekali nihil atau belum tercatat. Misalnya Provinsi Nanggro Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara.
Sedangkan, dari 16 provinsi yang telah melaporkan angka PHK-nya antara lain Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Banten, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulawesi Tenggara, Maluku, Jogjakarta dan Papua.

Tags: