Jakarta Lumpuh, Bagaimana Sikap Perusahaan?

andre wenas

SEJAK hari Selasa (15/01/2013) hingga pagi tadi curah hujan di Ibu Kota Jakarta meningkat tajam. Ditambah dengan kiriman debit air dari Bogor dan Kawasan Puncak dalam jumlah yang sangat besar, tak bisa dihindari lagi Jakarta dilanda banjir. Banyak sungai yang airnya meluap, sehingga sontak membuat Jakarta lumpuh, selama tiga hari ini.

Imbas dari kejadian tersebut, banyak karyawan yang berada di pinggiran Jakarta tidak bisa masuk kerja karena aksesnya terputus di beberapa titik. Malahan, karyawan yang tinggal di Cileduk, Manggarai, Kampung Melayu dan daerah langganan banjir lainnya, kondisi  lebih parah lagi.

Lantas, bagaimana perusahaan menyikapi banyaknya karyawan yang terkena musibah, baik yang rumahnya kebanjiran, atau akses mereka ke kantor terputus dan tidak bisa melakukan aktivitas pekerjaannya secara normal?

Berikut ini beberapa pendapat dari para praktisi HR yang berhasil kami rangkum dari wawancara pagi ini.

HARI ini kantor pusat libur. Air sudah masuk halaman kantor, akses tertutup. Yang tidak ada tugas urgent tidak perlu datang ke kantor. Mereka bekerja dan berkoordinasi dari rumah masing-masing. Manager memastikan bahwa PIC yang piket dan anak buahnya aman.” (Budy Purnawanto, HR Director PT Tigaraksa Satria Tbk, kantor di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta)

MENYIKAPI keadaan ini, bagi pegawai terlambat hadir di kantor pada jam kerja yang ditetapkan karena musibah banjir, maka diberikan dispensasi atas keterlambatannya tersebut maksimal 3 (tiga) hari kerja.” (Anggoro Eko Cahyo, Pemimpin Divisi Human Capital, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., kantor di Jl. Letjen. S. Parman, Slipi, Jakarta Barat)

 

 

 

 

 

 

SAMPAI saat ini kondisi pegawai masih normal saja, cuma sebagian terlambat karena terhambat adanya genangan air di jalan. Khusus apabila ada karyawan yang rumahnya kebanjiran atau terkena bencana karena faktor alam, kita ada kebijakan, diberikan toleransi dan bantuan. Kita juga sedang menyiapkan tanggap darurat apabila kondisi lebih buruk, dan untuk operasional sendiri sesuai prosedur di Garuda saat ini, kita sudah menyiapkan Emergency Response Plan.” (Heriyanto Agung Putra EVP Human Capital & Corporate Affairs PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., kantor di Management Building Garuda City, Soekarno Hatta International Airport)

PEKERJAyang terhalang di jalan karena banjir atau macet, silakan memutuskan apakah lebih aman kembali ke rumah atau tetap ke kantor. Utamakan keselamatan manusia sebagai bahan pertimbangan. Laporkan ke posko apabila harus kembali ke rumah. Pekerja yang perlu evakuasi karena rumahnya terkena banjir, silakan hubungi Posko Siaga. Beberapa kamar hotel sedang kami siapkan.” (PM Susbandono, Chief in Command di Posko Banjir/Vice President Human Resources & Services, kantor di Jl. Letjen. S. Parman, Slipi, Jakarta Barat)

BAGI karyawan yang rumahnya kebanjiran, mereka tidak wajib kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak banjir harus masuk kerja seperti biasa. Apabila aksesnya sulit, wajib melaporkan kepada atasan pada saat dalam perjalanan ke kantor, bukan dari rumah. Sedangkan bagi karyawan yang rumahnya kebanjiran, diberikan bantuan biaya pembersihan rumah.” (Wellybrodus TN, Head of Human Resources Indomobil Nissan, kantor Jl. Gatot Subroto, Jakarta)

MELIHAT situasi yang tidak memungkinkan, bagi karyawan yang berhalangan kami ijinkan untuk tidak masuk kantor. Hanya mereka harus menginformasikan ke atasan dan potong cuti, seperti cuti bersama. Yang penting, keselamatan karyawan adalah prioritas bagi kami.” (Chairul Hamdani, Head Human Resources Management, Minamas Plantation, kantor Jl. MH Thamrin, Jakarta)

KAMI monitor hingga siang ini untuk ambil kebijaksanaan. Tapi intinya, keselamatan karyawan diutamakan.” (Josef Bataona, Head of Corporate HR Division PT Indofood Sukses Makmur Tbk., kantor di Jl. Sudirman, Jakarta)

UNTUK yang rumahnya kebanjiran atau aksesnya putus, kami ijinkan untuk tidak ngantor. Ini case by case. Kantor tetap buka, hanya mungkin hari ini dijinkan untuk pulang lebih awal.” (Aribowo M, Corporate Human Resources, PT Triputra Investindo Arya, kantor di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta)

MENGHADAPI musibah banjir dan Jakarta yang lumpuh ini, secara formal tertulis tidak ada kebijakan khusus, namun bila karyawan menyampaikan kesulitan jalan ke kantor karena banjir bisa dimaklumi. Karena sebagian bisa masuk kerja seperti biasa dan sudah punya agenda kegiatan yang harus dikerjakan. Tadi ada karyawan yang bilang masih berusaha cari jalan lain karena jalan yang biasa dilewati naik motor tergenang banjir. Lalu saya sarankan hari ini naik bis umum saja yang lewat Tol Kebon Jeruk-Gatot Subroto, karena saya sudah lewat situ  dan tahu di situ tidak banjir. Jadi kepada karyawan tetap harus didorong ada upaya sehingga tidak sekedar dimaklumi saja. Dan yang paling penting bagi orang HRD justru pada saat seperti ini, kita menjadi tahu mana karyawan yang punya usaha keras menangani masalah yang dihadapi dengan karyawan yang mudah menyerah.” (Hery Kustanto, GM Corporate Services Indika Group, kantor di Jl. Gatot Subroto, Jakarta)

 

 

 

 

 


MEMANG bisa dipahami aktivitas kerja atau kantor agak terganggu dengan lumpuhnya infrastruktur transportasi di Jabodetabek. Sampai saat ini sih tidak ada kebijakan khusus soal jadwal kerja, masih seperti biasa. (Andre V. Wenas, CEO PT Makassar Tene, kantor di Jl. Sudirman, Jakarta)

PERNYATAAN resmi dari manajemen memang tidak ada. Tapi bagi yang tidak bisa pergi, kebanjiran atau stuck di traffic, diperbolehkan cuti. Intinya sih fleksibel. Yang bisa masuk kerja, tetap kerja, yang terkena dampak, boleh cuti atau kerja dari rumah, tapi operasional kantor berjalan seperti biasa.” (Debora Amelia Santoso, Country Head of Marketing & Communications, PT ACE INA Insurance, kantor di Jl. Sudirman, Jakarta)

YANG pasti untuk hari ini sudah dibebaskan untuk tidak masuk ke kantor, karena teman-teman banyak yang terhambat di jalan dan tidak bisa dipaksakan. Untuk dua hari ke depan, masih didiskusikan dengan melihat kondisi yang ada.” (Agustin Birawati Prabowo, HCD Manager PT Pasifik Satelit Nusantara, kantor di kawasan Mega Kuningan, Jakarta)(*/@erkoes)

 

*) Foto Banjir di depan gedung Indosat diambil dari Kompas Forum.

Tags: ,