Investasi di Daerah Alternatif Atasi Pengangguran

Banyak kaum pengusaha dan pimpinan perusahaan yang belum sepenuhnya menyadari bahwa dewasa ini, daerah merupakan magnet besar untuk berinvestasi. Denyut invetasi ada di kabupaten-kabupaten, dan jika dana dilarikan ke sana maka salah satu masalah besar bangsa ini, yakni pengangguran bisa diatasi.
Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Tim Monitoring Iklim Investasi pada Kementeriaan Koordinator Perekonomian Faisal Basri dan Dosen Keuangan, Investasi dan Risiko pada Lembaga PPM Bramantyo Djohanputro.
Menurut Faisal Basri, target pertumbuhan ekonomi 6,8% pada 2008 merupakan peluang investasi di daerah-daerah. Dijelaskan, penobang utama pertumbuhan ekonomi selama ini adalah konsumsi masyarakat dan ekspor. Belakangan, dua pilar tersebut turun, dan tidka bisa diandalkan terus-menerus.
"Kompensasinya ya investasi, dan itu peluangnya ada di daerah," tandas Faisal di Jakarta.
Staf pengajar pada Fakultas Ekonomi UI yang dikenal vokal mengkritik kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah itu akan tampil sebagai salah satu pembicara dalam Seminar Nasional dan Expo "Menerobos Bisnis dan Investasi di Daerah Tahun 2008" yang digagas LPPM.
Seminar dan Expo tersebut akan digelar di Dhanapala, Gedung D Departemen Keuangan, Jakarta, 12 – 13 Desember 2008. Selain Faisal, tak kurang dari 18 tokoh yang berkompeten di bidangnya, termasuk sejumlah menteri dan gubernur, dijadwalkan tampil sebagai narasumber.
Menko Perekonomian Budiono menjadi <I>keynote speaker</I> yang akan menyampaikan makalah tentang "Arah Investasi dan Regulasi 2008 di Daerah". Sementara, Menteri Perindustrian Fahmi Idris dijadwalkan akan memberikan wawasan seputar "Peluang Ekspor dan Perdagangan Antardaerah".
Pembicara lain di antaranya Ketua Bappenas Paskah Suzetta, Ketua BKPM M Lutfi, Ketua HIPMI Sandiaga Uno, Ketua Kadin MS Hidayat, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur Papua Barnabas Suebu dan Presdir PT Bakrie & Brothers Bobby Gafur S Umar.
"Dengan diundangnya tokoh-tokoh kunci dalam dunia usaha dan investasi untuk berbicara, diharapkan seminar ini bisa menjaring pespektif untuk melihat investasi di daerah seperti jalan tol, dan mencari apa hambatan-hambatannya?" ujar Faisal yang dalam seminar nanti akan berbicara mengenai "Prediksi Industri yang <I>Booming</I> 2008 dan Peluang bagi Daerah".
Bramantyo Djohanputro yang juga menjabat Direktur Keuangan & Pengembangan SDM LPPM berharap, seminar yang digagas oleh kampusnya bisa menghasilkan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait untuk mengatasi isu-isu utama yang sedang dihadapi daerah dalam kaitan dengan peningkatan ekonomi.
Diuraikan, empat isu utama tersebut adalah rendahnya daya saing daerah untuk mengembangkan investasi, kurangnya stimulasi ekonomi, kembalinya dana (yang seharusnya diputar di) daerah ke Jakarta dan kualitas SDM lokal yang masih memprihatinkan.
Baik Faisal maupun Bramantyo juga mengharapkan para pemilik perusahaan, CEO, <I>general manager</I> dan jajaran eksekutif senior yang menduduki posisi-posisi strategis, profesional HR dan pengembangan bisnis serta kalangan pemerintahan tertarik untuk mengikuti seminar yang penting ini.