Ini Dia, Oleh-oleh dari Kongres Nasional Assessment Center ke-4 di Bandung

Assesment Center

Berlangsung di Kota Kembang, Bandung, Kongres Nasional Assessment Center Indonesia ke IV kembali digelar pada 15-17 September 2015. Kongres yang diadakan oleh Perkumpulan Assessment Center Indonesia (PASSTI) ini mengusung tema “Assessment Center dan Pengembangan Manusia, Salah Satu Upaya Menuju Indonesia Maju.”

Assesment Center
Kongres ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan Assessment Center dalam proses seleksi pemimpin di berbagai organisasi bagi organisasi pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan militer guna mendapatkan pemimpin berkualitas. Menurut Pandji Darmawan, Ketua Perkumpulan Assessment Center Indonesia (PASSTI), hingga saat ini ribuan pemimpin di Indonesia dari berbagai organisasi telah dipilih dengan menggunakan metode assessment center.
“Untuk itulah kami mengambil topik ‘Assessment Center dan Pembangunan Manusia, Salah Satu Upaya Menuju Indonesia Maju’, karena kami melihat para pemimpin organisasi memiliki tanggung jawab untuk membangun manusia yang berkualitas dan berintegritas tidak saja untuk bersaing di pasar global, namun juga untuk kemajuan Indonesia,” paparnya.
Di organisasi pemerintahan, metode assessment center ini menjadi salah satu faktor yang harus dilalui kandidat dari rangkaian seleksi kepemimpinan. Metode assement center juga diyakini memiliki validitas yang tinggi dalam menilai perilaku SDM dan menjawab kebutuhan organisasi untuk menyeleksi pemimpin berkualitas unggul. Metode assesment center, dapat ditemui di berbagai organisasi baik di pemerintahan maupun bisnis yang telah menyelenggarakan assessment center. Salah satunya adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Indonesia) yang 2013 lalu meresmikan Assessment Center Indonesia (ACI).
Metode assessment center adalah metode yang melihat perilaku seseorang berdasarkan kompetensi perilaku yang harus dimiliki oleh sebuah posisi. Metode ini menggunakan multi-tools dan multi assessors guna memastikan transparansi, tingkat kepercayaan, dan tingkat keadilan yang sama bagi kandidat yang sedang di-assess.
Metode ini sendiri pertama kali digunakan untuk memilih pilot-pilot yang akan diterjunkan di Perang Dunia I oleh angkatan bersenjata Jerman. Metode ini kemudian diadaptasi oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika pada tahun 1950 untuk memperkirakan kinerja para manajernya. Hingga kini, metode ini telah digunakan oleh organisasi-organisasi dari berbagai penjuru dunia dan menjadi salah satu metode yang dijaga pelaksanaannya dalam Guidelines and Ethical Considerations of Assessment Center. Di Indonesia sendiri telah diadopsi menjadi Etika Pelaksanaan Assessment Center.
Pada 2004, sekelompok individu pengguna, penyedia, dan pemerhati assessment center berkumpul dan mendirikan Perkumpulan Assessment Center Indonesia yang bertujuan melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap metode ini. “Dalam perjalanannya kami telah tiga kali mengadakan Kongres Nasional Assessment Center Indonesia, dan pada 15-17 September 2015 ini kami akan kembali menyelenggarakan Kongres Nasional IV Assessment Center Indonesia di Bandung. Tujuan kami adalah agar organisasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya semakin awam terhadap metode ini sehingga seleksi pemimpin dapat terjadi dengan baik,” ujar Pandji.
Tentang Kongres Nasional Assessment Center Indonesia sendiri, PASSTI telah mengadakan Kongres Nasional Assessment Center Indonesia ini sebanyak 3 (tiga) kali dan menjadi program utama untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap pengguna dan penyelenggara assessment center terkait pelaksanaan Assessment Center yang laras dengan etika pelaksanaannya.
Di pertengahan 2005, Kongres Nasional I diadakan di Bandung, setelah satu tahun diluncurkannya Etika Pelaksanaan Assessment Center Indonesia, dan kongres ini dijadikan ajang bagi bagi PASSTI untuk merangkul pengguna dan penyelenggara Assessment Center. Konggres pertama, dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang berasal dari Jakarta, Bandung dan kota besar lain serta menampilkan pembicara-pembicara dalam dan luar negeri, yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam menyelenggarakan maupun menggunakan Assessment Center.
Sejalan dengan semakin banyak organisasi yang memercayakan progses seleksi pemimpin dengan metode Assessment Center, pada 24-27 Juli 2007, PASSTI kembali mengadakan Kongres Nasional II Assessment Center Indonesia dengan judul Peluang dan Tantangan Assessment Center Dalam Pengelolaan SDM di Organisasi Bisnis, Pemerintah, dan Masyarakat. Kongres dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
Di pertengahan 2013, Kongres Nasional III Assessment Center Indonesia kembali diselenggarakan dengan judul Assessment Center dan Pembangunan Kepemimpinan yang Efektif untuk Indonesia Lebih Baik. Hampir 400 peserta mengikuti kongres ini. PASSTI selaku penyelenggara Konggres Nasional, merupakan organisasi yang dibentuk oleh individu-individu yang memiliki keterkaitan langsung dengan metode Assessment Center baik sebagai pengguna, penyelenggara, maupun pemerhati metode Assessment Center. Di pertengahan 2004, PASSTI mengeluarkan Etika Pelaksanaan Assessment Center Indonesia yang menjadi acuan penyelenggaraan metode yang berlaku internasional. Tujuan dari Etika Pelaksanaan Indonesia ini adalah agar prinsip terpercaya, transparan, adil, dan terukur tetap terjaga di setiap penyelenggaraan Assessment Center sehingga organisasi dapat mengambil manfaat dari hasilnya. (*)