Ingin Sukses, Perusahaan Harus Lebih Gali Potensi Perempuan

Perusahaan yang pasif dan tidak pandai dalam mengelola potensi SDM perempuan dan menggalinya keluar, sama artinya dengan menyia-nyiakan seluruh potensi yang ada. Perusahaan yang ingin sukses harus menggali kemampuan perempuan. Demikian diungkapkan oleh pendiri dan CEO PT Quantum Business International Betti Alisjahbana dalam obrolan dengan PortalHR.com di Jakarta terkait dengan momen peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/08).

Betti melihat, banyak perusahaan yang belum sepenuhnya memanfaatkan kemampuan perempuan. “Ada banyak alasan,” kata dia seraya menyebut salah satu, yakni kecenderungan kaum pria untuk senantiasa melindungi perempuan. “Kadang-kadang terjadi, dan itu yang saya amati, ada beberapa manajer yang nggak pernah ngasih penugasan yang sulit kepada wanita. Padahal kalau wanita tidak diberi penugasan yang sulit dan menantang, mana bisa berkembang?”.

“Ada wanita yang datang ke saya dan mengeluh, tidak pernah dikasih kepercayaan dan tugas-tugas yang sulit, padahal sejauh ini kepuasan pelanggan yang dia tangani tinggi. Nah, itu kan membatasi karir wanita,” lanjut Batti mengisahkan. Pada sisi lain, mantan Presiden Direktur IBM Indonesia itu juga tidak menutup mata pada sis kaum perempuannya sendiri. “Wanita sering tidak pandai membagi waktu, karena perannya memang banyak. Kita harus bisa memilah-milah mana yang tak bisa didelegasikan, mana yang bisa.”

Betti sendiri, sebagai salah satu role model untuk perempuan yang sukses di jalur profesional, mengakui bahwa dirinya sudah memiliki komitmen dalam hati sejak diangkat sebagai Presdir IBM, untuk harus bisa sukses baik dalam karir maupun keluarga.
“Makanya, saya juga punya komitmen untuk membantu dan mendukung para wanita sukses di dunia kerja dan di keluarga mereka,” ujar Betti yang sering diminta berbicara di berbagai forum tentang kepemimpinan itu.

“Ada tiga hal yang selalu saya tekankan soal leadership, yakni kita haus bisa memberi inspirasi, membuat orang berprestasi dan men-deliver,” papar dia. Dan, Betti menambahkan, dalam konteks tersebut, salah satu concern dia adalah memberdayakan kaum perempuan. Mengaku tidak membaca buku-buku tentang feminisme, namun Betti menegaskan bahwa jika feminisme diartikan bahwa perempuan harus diberi kesempatan yang sama (dengan laki-laki), diperlakukan sejajar dan bahwa perempuan harus diberi kesempatan untuk maju, maka, “Saya setuju.”

Tags: