Ingat, THR Paling Lambat 3 September!

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menegaskan, tunjangan hari raya Idul Fitri 1431 H/2010 harus sudah dibayarkan kepada karyawan paling lambat tujuh hari menjelang hari raya Lebaran.

“Saya sudah mengeluarkan surat edaran sekaligus instruksi ke seluruh perusahaan. THR harus diberikan H-7 sebelum Lebaran,” ujar dia kepada para wartawan sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pekan lalu.

Muhaimin mengingatkan, perusahaan yang tidak memberikan THR kepada karyawannya akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Diungkapkan juga bahwa pihaknya telah mendirikan posko pemantauan pemberian THR kepada para karyawan.

“Hasil pantauan terakhir, so far so good lah,” kata Muhaimin tanpa merinci.

Tepat Waktu

Dari Semarang dilaporkan, kalangan pengusaha di Jawa Tengah yang tergabung dalam Asosisasi Pengusaha Indonesia menyatakan kesanggupannya untuk membayar THR Idul Fitri 2010 sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Apindo Jawa Tengah Djoko Wahyudi mengatakan, pengusaha siap membayar THR maksimal pada sepekan menjelang Lebaran. “Bahkan, tidak jarang ada yang membayar THR lebih awal dari batas maksimal yang ditentukan pemerintah,” kata dia.

Menurut Djoko, kepatuhan pengusaha dalam membayar tunjangan ini tidak perlu dipermasalahkan, mengingat hal tersebut sudah jadi semacam budaya. “Setiap Lebaran, pekerja pasti memperoleh tunjangan sesuai dengan haknya,” ujar dia.

Sementara itu, sebanyak 10.766 perusahaan yang ada di Sumatera Utara (Sumut) dan terdaftar dalam wajib lapor ketenagakerjaan wajib memberikan tunjangan hari raya sebelum perayaan Idul Fitri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumut Rapotan Tambunan di Medan mengungkapkan harapannya bahwa perusahaan sudah membayarkan tunjangan hari raya (THR) dua minggu sebelum perayaan Idul Fitri atau tanggal 27 Agustus. Dengan demikian, karyawan bisa merayakan Hari Raya dengan baik.

Sekretaris Apindo Sumut Laksamana Adyaksa mengatakan, lebih dari 700 perusahaan anggota Apindo sudah siap memberikan THR kepada karyawannya.

Sanggup

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Selatan (Sumsel) Rizal Fathoni menegaskan, tidak ada perusahaan di Sumsel yang menyatakan tidak sanggup membayar THR. “Selama perusahaan itu masih beroperasi optimal, harus membayar THR,” kata dia di Palembang.

Sedikitnya 5.000 perusahaan di Sumatera Selatan wajib memberikan tunjangan hari raya paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri. Perusahaan yang tidak sanggup membayar THR harus mempunyai alasan yang jelas.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Palembang (LBH) Eti Gustina meyakini, tetap akan ada pengaduan terkait masalah THR. Apalagi, tahun ini terjadi banyak PHK yang menyebabkan ratusan orang kehilangan pekerjaan dengan alasan perusahaan pailit.

LBH Palembang membuka posko pengaduan masalah THR mulai hari pertama puasa sampai satu bulan setelah Idul Fitri. “Biasanya pengaduan baru masuk setelah H-7. Sekarang kami baru menerima karyawan yang konsultasi tentang jumlah THR yang harus mereka terima,” kata Eti.

Tags: