Industri TV Tumbuh Pesat, SDM Masih Terbatas

Ketersediaan SDM di bidang pertelevisian saat ini belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan industrinya yang pesat. Akibatnya, bajak-membajak tenaga profesional menjadi hal biasa. “Orangnya muter aja, pindah-pindah dan bisa balik lagi,” ujar Kepala Divisi HRD SCTV Hery Kustanto. Dalam hemat Hery, karena pertelevisian pada prinsipnya merupakan industri jasa, maka andalan utamanya terletak pada talent. Dan, dalam kaitan dengan itu, talent management menjadi penting.

“Kita harus bisa meng-attract lalu men-develop dan me-retaint talent-takent itu. Bagaimana caranya? Ya, dari semua aspek. Remunerasi, itu pasti. Di samping itu, biasanya talent-talent itu menyukai lingkungan yang kondusif,” papar dia. Namun, tambah Hery, semua itu tak semudah mengucapkannya. “Di industri kamu, baru pada tahap mencari orangnya saja tidak mudah, sehingga terjadilah bajak-membajak,” ujar dia seraya menyebut salah satu program andalan SCTV, Liputan 6 sebagai tempat dibajaknya banyak orang.”Itu hukum alam. Nggak bisa juga kita menahan sampai mati-matian. Yang lebih penting, kita harus siap dengan penggantinya, sehingga ketika ada yang dibajak tidak rusak sistemnya,” tandas Hery.

Mengakrabi Pasar

Keterbatas persediaan SDM yang mengakibatkan sengitnya perebutan tenaga kerja profesional juga diantisipasi oleh Hery dengan cara mengkrabi pasar. “KIta harus familier dengan merket-nya, caranya, kita sesama orang HRD TV membentuk HRD Club, kebetulan saya ketuanya,” kata dia. Dengan adanya forum perkumpulan tersebut, sesama pimpinan HRD dari berbagai stasiun TV bisa saling kontak, tukar-menukar informasi. “Jadi, karyawan nggak bisa macam-macam, kalau ada apa-apa kita tinggal telepon  aja sesama orang HRD,” tambah dia.

Tapi, apakah forum tersebut lantas bisa menghalangi pembajakan? “Enggak, tetap enggak,” sahut Hery. “Misalnya di sini supervisor, di sana ditawari manajer, ya (harus direlakan) pergi. Kita memilih untuk menjaga sistem ketimbang merusak sistem karena diancam-ancam ditinggal orang,” tandas dia. Hery juga mengungkapkan, pihaknya melakukan pendekatan yang agresif dalam menjaring bakat-bakat baru. Selain berburu ke kampus, SCTV juga membuka sistem magang bagi lulusan baru yang belum mendapatkan pekerjaan.

Tags: