Indonesia Terancam Menjadi Negara Gagal

CEO bank Mandiri

Apakah Indonesia terancam menjadi negara gagal? Bulan Juni yang lalu, The Fund for Peace (FFP) memasukkan Indonesia dalam urutan 63 dari 177 negara yang berpotensi menuju kegagalan. Indonesia dinilai memburuk karena berbagai masalah, seperti lambannya pembangunan infrastruktur, tingginya tingkat korupsi, lemahnya penegakan hukum dan rendahnya tingkat dan kualitas pendidikan.

Sementara ada riset lain yang menyatakan sebaliknya. Keadaan Indonesia mulai membaik bahkan mampu bertahan di tengah krisis global yang terjadi sejak tahun 2008 lalu. Hal itu ditunjukkan dengan pendapatan perkapita yang semakin tinggi dan penanaman modal asing yang tumbuh meningkat. Peran Indonesia dalam perekonomian dunia juga semakin diperhitungkan.

Yang mana yang benar? Simak komentar beberapa pemimpin bisnis berikut ini:

Menurut Zulkifli Zaini, CEO Bank Mandiri, keadaan ekonomi Indonesia dinilai cukup stabil di tengah ketidakpastian keuangan global saat ini.

“Ekonomi Indonesia cukup baik dan prospektif walaupun kita tetap harus waspada dengan perekonomian Eropa namun sejauh ini perbankan Indonesia telah menghasilkan record profit yang baik dan mampu men-support perekonomian Indonesia,” ujar Zulkifli pada acara peluncuran buku 17 CEO Menjawab 8 Tantangan Menuju Indonesia yang Lebih Baik hari Rabu yang lalu (17/10) di Jakarta.

Selain kestabilan ekonomi, salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi adalah rasa nasionalisme, hal itu diungkapkan Arsyad Rasyid, Direktur Utama PT Indika Energy.

“Kita membutuhkan nasionalisme untuk melawan peperangan ekonomi global dan menjaga pasar domestik,” tutur Arsyad.

Suka tidak suka, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh kekayaan sumber daya alamnya, namun kita tidak boleh terlena sumber daya alam tersebut lama kelamaan akan habis.

“Yang menjadi kekuatan di masa depan bukanlah sumber daya alam, melainkan manusia. Sumber daya alam akan habis, tapi 240 juta penduduk yang lebih dari setengahnya dalam usia produktif merupakan kunci penting pembangunan Indonesia di masa depan,” lanjut Arsyad.

Rasa kebanggaan menjadi bangsa Indonesia juga disampaikan Milawarma, direktur utama PT Tambang Batubara Bukit Asam. “Bagaimana caranya kita tetap percaya diri dan produktif dengan wajah lokal yang kita punya, ini peluang untuk sumber daya manusia kita,” pungkasnya. (*/@nurulmelisa)

Tags: