Iklan Cetak Masih Jadi Favorit Pencari Kerja

Perkembangan teknologi media telah banyak mengubah cara-cara perusahaan merekrut karyawan baru. Banyak perusahaan telah meninggalkan media cetak, dan beralih ke internet ketika ingin mengiklankan lowongan kerja. Namun, sebuah survei baru menemukan, iklan lowongan kerja di media cetak mulai diperhitungkan lagi belakangan ini.

CareerXroads 2006 Sources of Hire Study mensurvei 40 perusahaan “name-brand” yang masing-masing memiliki populasi tenaga kerja lebih dari 5000 orang. Dan, menemukan bahwa iklan cetak telah “kembali” dalam beberapa tahun terakhir. Secara kolektif, perusahaan yang disurvei tersebut memperkerjakan hampir 1,3 juta orang dan mengisi 188.062 posisi yang lowong sepanjang 2006 lalu. Sekitar 35% dari posisi tersebut diisi secara internal.

Responden yang disurvei menyatakan, iklan cetak sebagai sumber rekrutmen dimanfaatkan oleh 7% dari pelamar eksternal pada 2006, meningkat dari 4,6% pada survei 2005. “Itu merupakan angka tertinggi yang kami lihat untuk media cetak dalam satu dekade ini,” ujar Mark Mahler, principal pada lembaga konsultasi perekrutan Kendall Park di New Jersey.

Dia menjelaskan, peningkatan tren tersebut antara lain berkat aliansi antara agen-agen tenaga kerja dan penerbit media cetak, yang berhasil meyakinkan perusahaan-perusahaan untuk menggunakan kedua platform tersebut. Kendati demikian, Mahler tidak menutup mata bahwa pada sisi lain kalangan pencari kerja semakin menyadari kebutuhan untuk memanfaatkan media internet.

“Para pencari kerja tidak akan bergantung pada satu sumber saja untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan,” kata dia. Namun, Mahler menegaskan, iklan lowongan di media cetak lebih efektif kerena pencari kerja lebih cenderung pertama kali melihat koran ketika sedang mencari lowongan.

Referensi

Meskipun iklan lowongan kerja di media cetak mengalami peningkatan (kembali), sejauh ini sumber terbesar untuk perekrutan eksternal adalah referensi. Hampir 26% karyawan baru pada 2006 direferensikan, hampir semuanya, oleh karyawan perusahaan yang bersangkutan. Menyusul kemudian, situs web perusahaan merupakan sumber bagi 20,7% karyawan baru.

Kebangkitan media cetak sebagai sumber iklan lowongan kerja bukan satu-satunya tren perkembangan yang dilaporkan oleh studi CareerXroads 2006 Sources of Hire. Studi yang sama juga merekam munculnya meskipun sedikit namun terus bertambah perusahaan yang mulai melakukan percobaan dengan membeli iklan pada search engine.

Ini memerlukan pemasukan kata kunci misalnya “ahli kimia” atau “perawat” yang diyakini oleh pengusaha bahwa kandidat kemungkinan akan mengetik kata tersebut ketika mencari kerja lewat online. Dua persen dari total pencari kerja dimungkinkan menggunakan iklan ini.

Mahler yakin bahwa perusahaan-perusahaan akan terus mencoba menggunakan sistem kata kunci pada mesin pencari seperti Google dan Yahoo. “Fakta bahwa perusahaan-perusahaan mulai mengumpulkan data pada search engine advertising merupakan indikasi bahwa sesuatu sedang bangkit,” ujar dia. “Ini bisa menjadi barometer untuk apa yang kita harapkan di masa depan,” tambah Mahler.

Tanpa mengesampingkan strategi perekrutan di masa mendatang, Mahler tak lupa mengingatkan ada satu hal yang pasti tak boleh dilewatkan oleh setiap pengusaha. Yakni, pentingnya perpindahan-perpindahan internal dan promosi karyawan. Tantangannya, perusahaan harus berusaha keras terus-menerus untuk menyediakan pelatihan dan strategi rencana suksesi.

Tags: