Human Capital, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Asia

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pertumbuhan bisnis Asia menghadirkan peluang yang luar biasa kepada perusahaan-perusahaan di dalamnya. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, kunci utamanya terletak pada strategi human capital yang tepat.

Demikian disampaikan Goh Chok Tong, Emeritus Senior Minister dan mantan Perdana Menteri Singapura dalam keynote speech Singapore Human Capital Summit hari ini (28/9) di Resort World Sentosa, Singapura.

Goh membagikan pengalaman Singapura dalam tiga area pengembangan human capital.

Pertama, perusahaan perlu berinvestasi pada pengembangan pemimpin yang kuat. Singapura melakukan ini dalam mengembangkan pemimpin politik dan sektor publiknya. Sebagian besar perusahaan swasta di Singapura juga melakukan hal ini.

Singapura menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan para pemimpin dengan mendirikan Human Capital Leadership Institute (HCLI) tahun lalu. Badan ini adalah gabungan dari Singapore Ministry of Manpower (MOM), Economic Development Board, dan Singapore Management University. HCLI akan mengembangkan kapasitas manajemen melalui pendidikan, riset, dan keterlibatan dalam industri.

Kedua, perusahaan perlu menarik (attract) dan mempertahankan (retain) talent terbaiknya. Departemen tenaga kerja Singapura (MOM) sendiri melakukan riset yang melibatkan karyawan dan mahasiswa di 6 kota besar dunia. Penelitian tersebut menemukan bahwa faktor-faktor seperti training dan pengembangan, peluang kemajuan karir, adalah faktor penarik utama dalam suatu perusahaan.

Ketiga, bisnis harus mampu meningkatkan produktivitas pekerjanya. Asia tidak dapat terus-menerus mengandalkan rendahnya upah untuk menarik investasi. Di mana-mana di Asia saat ini perusahaan menghadapi tekanan kenaikan upah pekerja. Agar menjadi lokasi investasi yang menarik Asia harus meningkatkan produktivitas dan skill para pekerjanya.

Singapura juga menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kemampuan angkatan kerjanya dengan memberlakukan insentif pajak kepada perusahaan yang berinvestasi pada produktivitas dan training.

“Kami memberlakukan insentif pajak yang menarik bagi perusahaan yang berinvestasi pada produktivitas dan training, serta National Productivity Fund sebesar 2 miliar dollar untuk mendukung industri dalam meningkatkan kapasitasnya,” demikian ujar Goh.

Human Capital Summit yang berlangsung dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 600 peserta yang terdiri dari para pemimpin bisnis, thought leaders dan praktisi HR dari 14 negara, di antaranya dari Indonesia.

Kami juga melakukan live tweet selama seminar dengan hashtag:  #SingHCSummit. Anda dapat mengikutinya dengan search #SingHCSummit di Twitter.

Baca juga:

Ram Charan: “HR jangan sisakan pekerjaan di piring CEO”

5 Perusahaan Singapura Sponsori Program Beasiswa SDM

HCL Technologies dan Manila Water Menangi Asian HC Award

Tags: ,