Hubungan dengan Teman Kerja Lebih Penting Ketimbang Gaji?

Dalam kondisi ekonomi sulit seperti sekarang ini, di mana dunia usaha berada dalam kondisi yang serba tidak pasti, salah satu tantangan besar yang membuat banyak perusahaan pusing adalah bagaimana meretensi karyawan-karyawan terbaik. Berlomba-lomba menaikkan gaji ternyata bukan solusi yang cukup ampuh.Sebab, bicara soal gaji, seberapa tinggi perusahaan bisa terus menaikkan sesuai tuntutan karyawan? Akan selalu ada perusahaan lain yang mampu memberikan tawaran yang lebih tinggi lagi. Sebuah survei terbaru merekomendasikan cara lain untuk meretensi karyawan. Lebih simpel tapi hasilnya lebih efektif.

Ciptakan lingkungan kerja yang mendorong terjadinya hubungan yang baik antarkaryawan, demikian saran yang diberikan berdasarkan hasil survei. Laporan The City & Guilds Happiness Index, Inggris mengungkapkan bahwa hubungan dengan teman kerja lebih penting dibandingkan gaji. Survei tersebut menemukan, 57% karyawan tetap bertahan di perusahaan tempat kerja mereka saat ini dengan alasan “pekerjaan yang menarik”. Angka tersebut berbanding 44% yang menyebutkan “gaji” sebagai faktor yang membuat mereka bertahan.

Di samping itu, hubungan yang harmonis dengan teman kerja serta keseimbangan yang memadai antara pekerjaan dan urusan pribadi juga “mengalahkan” gaji sebagai faktor pemicu kepuasan kerja bagi karyawan. Sayangnya, kondisi di lapangan menunjukkan, banyak perusahaan yang belum menyadari pentingnya faktor-faktor non-gaji yang berperan penting dalam retensi karyawan. Survei yang melibatkan 1000 karyawan tersebut menemukan, hanya satu dari 5 karyawan yang merasakan suasana kerja yang “fleksibel”.

Direktur Pengelola City & Guilds Bob Coates mengatakan, “Dengan pengaruh yang kuat pada bottom line, meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja akan membangkitkan agenda bisnis dan pemimpin perusahaan tidak punya alasan untuk meragukan itu.”
“Perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem reward yang ada dan sekedar memberikan pengakuan…hal itu tidak cukup mampu melawan tingginya tingkat stres di tempat kerja,” tambah dia.

Tags: