HR Sector Group Meeting Bahas Isu-isu Hukum Ketenagakerjaan

Apakah email bisa menjadi legal document? Bisakah memutus hubungan dengan karyawan yang melanggar peraturan atau kinerjanya buruk, tapi masa kontraknya belum selesai? Bagaimana pula jika ada karyawan kontrak yang mengundurkan diri sebelum masa kontraknya habis, bisakah yang bersangkutan dituntut?

Pertanyaan-pertanyaan yang bernada menggelisahkan itu bermunculan di HR Sector Group Meeting yang diselenggarakan oleh Britcham bekerja sama dengan Opus Management di Mercantile Athletic Club, WTC, Jakarta, Kamis (24/5/07). Pada kesempatan pagi itu, forum rutin bulanan tersebut seolah menjadi ajang “curhat” dari para pengusaha dan profesional HR yang selama ini memendam banyak “uneg-uneg” seputar peraturan-peraturan pemerintah mengenai ketenagakerjaan.

Tema meeting kali ini memang tentang HR dan ketenagakerjaan. Tiga narasumber yang berkompeten dalam bidang tersebut dihadirkan untuk berbicara mengenai aspek-aspek terkait, dari rekrutmen hingga PHK.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengakui, memang banyak pasal-pasal dalam undang-undang maupun peraturan pemerintah mengenai tenaga kerja yang dirasa menyulitkan pihak pengusaha. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah sulitnya mem-PHK karyawan.

Djimanto menyebut contoh UU No.13/2003 tentang hubungan industrial yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara pihak pengusaha dan karyawan PHK, karena definisi-definisi yang ada di dalamnya menyulitkan pemahaman bersama.

“Definisi karyawan itu sendiri misalnya, dan definisi kriminal…itu tidak jelas, sehingga karyawan yang di mata pengusaha dianggap telah melakukan tindakan kriminal belum tentu bisa di PHK karena UU-nya begitu,” kata dia.

Narasumber lain adalah Senior Manager HR Halliburton, Jerry Nainggolan yang menyampaikan makalah “From Code to Commitment: Ethics as part of Company Policy”, dan Foreign Legal Consultant pada Makarim& Taira S, Richard Cornwallis.Jerry menekankan perlunya moral compass untuk memandu berbagai perangkat yang telah dimiliki perusahaan, dari sistem, administrasi, komunikasi, training, SDM sampai komitmen.

Sedangkan Richard, lewat rangsangan pertanyaan-pertanyaan, mencoba membangkitkan kesadaran peserta akan pentingnya kode etik perusahaan untuk memayungi hubungan antara pengusaha dengan karyawan. HR Sector Group Meeting dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 wib, dan dihadiri oleh 70 orang peserta.

Tags: ,