HR Revolution: Pay Jangan Dikaitkan dengan Performance

Bagi Anda yang selama ini telah meyakini dan mempraktikkan konsep pay for performance barangkali akan termangu-mangu menyimak presentasi salah seorang pembicara dalam seminar HR Revolution di Jakarta, Selasa (6/10/09) yang mengatakan bahwa pay dan performance sebaiknya dikelola secara terpisah.
"Pay adalah satu hal dan performance adalah hal yang lain. Pay for performance is not work," demikian penegasan CEO TWC Consulting Group John Heptonstall dalam acara yang diselenggarakan oleh JFPS Group Malaysia di Hotel Mulia tersebut.
Sesuai dengan tema besarnya, HR Revolution, maka presentasi tersebut cukup terdengar cukup revolusioner sehingga mengejutkan para peserta seminar. Mereka tampak saling pandang kebingungan.
"Mengaitkan pay dengan performance tidak menguntungkan perusahaan," kata Heptonstall seraya mengungkapkan ketidakpercayaannya pada konsep-konsep mengenai top dan bottom performer.
Menurut dia, telah terjadi salah persepsi di kalangan orang HR mengenai people performance. Dia menyerang, misalnya, konsep yang menyatakan bahwa karyawan akan perform jika diberi target atau KPI tertentu. "Lantas, orang menilai bahwa mencapai target atau KPI itu sama dengan perform," kritik Heptonstall.
Dalam hemat dia, asumsi semacam itu keliru sebab perusahaan merupakan sebuah sistem."Pencapaian suatu target tidak pernah merupakan hasil dari satu atau dua orang karyawan saja," tandas dia.
"Menghargai satu orang tertentu atas sebuah pencapaian dalam organisasi itu tidak fair," tambah dia seraya mengingatkan, tidak ada KPI individu, yang ada adalah KPI organisasi.
Lebih jauh Heptonstall menguraikan bahwa bisnis secara khusus dan ekonomi secara umum merupakan suatu yang dinamis. Berdasarkan itu, menurut dia, yang dimaksud dengan performance sebenarnya tak lain adalah kemampuan individu dalam mengelola proses.
"Yang perlu dilakukan orang HR adalah memastikan agar proses itu berjalan stabil," ujar dia.
Heptonstall menyarankan adanya sistem pengukuran atau penilaian yang lebih dinamis, relevan dan sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis. "Dan, itu artinya mengukur sistem, bukan faktor-faktor," tegas dia.

Tags: