HR Kurang Tanggap terhadap Pertumbuhan Organisasi

Perhatian besar perusahaan pada ekspansi bisnis menciptakan keterpencilan bagi orang-orang di departemen HR. Demikian hasil studi yang dilakukan Human Resource Planning Society (HRPS) di Amerika Serikat, bekerja sama dengan Institute for Corporate Productivity (i4cp).

Studi tersebut menemukan, dua pertiga karyawan percaya bahwa HR tidak cukup tanggap dan cepat untuk bereaksi terhadap tantangan-tantangan strategis yang berkaitan dengan pertumbuhan organisasi.

Dengan prosentase yang hampir sama, karyawan mengatakan bahwa perhatian terhadap pertumbuhan organisasi telah mengubah arti dari “strategi HR”.

Sementara, sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh lembaga riset Corporate Executive Board (CEB) menemukan bahwa 9 dari 10 eksekutif HR tidak hanya merasa tak puas dengan pengaruh strategis fungsi mereka terhadap organisasi, melainkan juga meragukan efektivitas mendasar HR dalam mengelola orang.

Menurut CEB, ada banyak faktor yang bisa membantu organisasi meningkatkan pengaruh manajemen dan bisnis. Antara lain peningkatan skill dengan target tertentu, profil karyawan baru, pengelolaan kompetensi-kompetensi dan strategi-strategi jalur karir.

Sedangkan, peneliti senior dari i4cp Jay Jamrog menyoroti adanya sejumlah alasan yang menyebabkan HR gagal untuk terhubung dan terlibat dengan laju tinggi pertumbuhan organisasi.

“Perusahaan tidak hanya berjuang untuk talent yang mereka butuhkan untuk terus menjaga pertumbuhan. Perusahaan juga harus memiliki fokus yang kuat pada isu-isu seperti bagaimana mengetahui kebutuhan customer, memberikan produk-produk yang berkualitas dan menjaga inovasi,” ujar Jamrog.

“Kebanyakan orang HR tidak memiliki keahlian dalam area-area tersebut. Diperlukan strategi HR yang berbeda untuk membantu menggerakkan pertumbuhan,” simpul dia.

Menurut studi i4cp, hanya sepertiga karyawan yang melihat bahwa selain fokus pada akusisi dan intergrasi talent, direktur HR juga berusaha memainkan peran kunci dalam strategi pertumbuhan organisasi mereka. Namun, 1 dari 10 berpendapat, pimpinan HR tidak terlibat sama sekali dalam strategi pertumbuhan organisasi.

Di samping itu, seperempat merasa bahwa secara keseluruhan, peran HR berada “di bawah level tim eksekutif.” Hanya seperlima responden yang percaya bahwa direktur HR merupakan anggota yang penting dari tim eksekutif tim.

Kabar baiknya, 16% merasa bahwa fungsi HR memainkan peran kunci dalam mempromosikan pertumbuhan organisasi dalam perusahaan mereka.

“Meskipun berada dalam posisi minoritas, para profesional HR-lah yang mungkin merupakan mitra bisnis sejati,” ujar Jamrog.

“Mereka memahami sudut pandang eksekutif, dan tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu perusahaan mereka tumbuh. Bahkan, seandainya tidak terwakili dalam tim eksekutif pun, HR bisa menjadi “pemeran pembantu” yang penting bagi jajaran pimpinan yang menjalankan pertumbuhan.”

Tags: