HR Harus Lebih “Jujur” Informasikan Hak-Hak Karyawan

HR harus berhenti “memilih-milih” dalam menginformasikan peraturan-peraturan ketenagakerjaan kepada karyawan. Sebaliknya, HR harus memastikan bahwa karyawan mendapatkan semua informasi yang diperlukan mengenai hak-haknya.
Demikian rekomendasi dari Work Foundation, Inggris menanggapi sebuah hasil survey yang mengungkapkan bahwa 22% karyawan masih merasa tidak mengetahui peraturan-peraturan ketenagakerjaan. Termasuk. soal-soal jam kerja, upah minimm nasional dan cuti.
Survei tersebut dilakukan oleh Department of Business, Innovation and Skills atas 4000 karyawan.
Associate Director Work Foundation Stephen Overell mengatakan, "HR punya kewajiban menginformasikan mengenaik hak-hak karyawan," dan mengingatkan bahwa keterbukaan informasi mengenai ketenagakerjaan tersebut bisa membantu membangun kepercayaan.
Overell melihat, mash banyak profesional HR yang agak "pilih-pilih" dalam menanamkan kesadaran mengenai hak-hak tenaga kerja. Menurut dia, hal itu bukannya tanpa alasan sebab logikanya, semakin banyak karyawan yang tahu haknya, akan semakin banyak pula yang menggunakan hak-hak tersebut.
"Ini merupakan bagian dari elemen pembangun kepercayaan dalam profesi HR. Memastikan karyawan mengetahui hak-hak mereka itu bukanlah pekerjaan sulit," ujar Overell.
Head of HR practice development pada Chartered Institute of Personnel and Development Vanessa Robinson menegaskan, penting bagi orang HR untuk senantiasa mengingatkan dan menyegarkan ingatan karyawan mengenai hak-hak mereka sesuai peraturan ketenagakerjaan.
"HR harus memfasilitasi hal itu atau bekerja sama dengan para manajer lini untuk melakukannya," kata dia.
Editor bidang hukum ketenagakerjaan pada XpertHR Jo Stubbs menyarankan, para lini manajer sebaiknya memiliki pemahaman yang memadai menengenai aturan-aturan ketenagakerjaan. Sehingga, jika ada pertanyaan dari anggota tim, mereka bisa langsung menjawabnya.

Tags: